Untag Surabaya Terjunkan 30 Dosen dan 1.307 Mahasiswa ke Gresik, Ini Tujuannya

Reporter : Trisna Eka Aditya
Mahasiswa Untag Surabaya saat persiapan jelang keberangkatan untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gresik

Lingkaran.net - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali mengirimkan dosen dan mahasiswa untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gresik. Sebanyak lebih dari 30 dosen dan 1.307 mahasiswa diterjunkan ke 29 desa yang tersebar di Kecamatan Bungah dan Kecamatan Sidayu selama 12 hari, mulai 6 hingga 17 Juli 2026.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Untag Surabaya dalam memperkuat hilirisasi hasil pendidikan, penelitian, dan inovasi perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penerapan teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Secara resmi, rombongan peserta dilepas oleh Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, dalam upacara pemberangkatan yang digelar di Lapangan Timur Kampus Untag Surabaya, Senin (6/7/2026).

Baca juga: Pengabdian Masyarakat ke Gresik, Untag Surabaya Bawa Misi Transfer pengetahuan dan Budaya

Dalam sambutannya, Harjo menegaskan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat bukan sekadar implementasi program kerja mahasiswa dan dosen di desa, melainkan juga proses transfer pengetahuan dan budaya kepada masyarakat.

"Kita sebagai patriot merah putih harus mampu mentransfer pengetahuan dan budaya kepada masyarakat untuk sebesar-besarnya membantu dan memberdayakan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang melalui tahapan perencanaan, pembekalan, hingga koordinasi dengan mitra di lokasi pelaksanaan. Menurutnya, tim pelaksana di desa akan berfokus pada implementasi program, pelatihan masyarakat, serta kegiatan monitoring dan evaluasi agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan hasil yang terukur.

Baca juga: Mahasiswa Untag Surabaya Ajari Anak-anak PAUD Benowo Menanam Bibit Tanaman Hias dan Sayur

"Kami telah menyiapkan kegiatan ini secara terencana, mulai dari pembekalan kepada tim, koordinasi dengan mitra, pembuatan alat, hingga pameran dan demonstrasi program. Seluruh persiapan telah dilakukan selama tiga hingga empat bulan di kampus," kata Slamet.

Melalui program ini, Untag Surabaya menargetkan lahirnya sedikitnya 145 teknologi tepat guna (TTG), 58 model pengembangan sumber daya manusia, 150 inovasi produk berbahan baku lokal, serta 145 program patriotisme dan kegiatan sosial yang akan dilaksanakan bersama masyarakat desa. Target tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan manfaat jangka pendek berupa peningkatan keterampilan dan produktivitas masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan dampak jangka menengah melalui penguatan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat, dan tumbuhnya kemandirian desa.

Program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gresik merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan Untag Surabaya di Kota Surabaya pada Mei hingga Juni 2026. Pada periode tersebut, sebanyak 18 dosen dan 329 mahasiswa diterjunkan ke 12 lokasi yang tersebar di empat kecamatan, yakni Bubutan, Sukolilo, Semampir, dan Gubeng.

Baca juga: Perjalanan Ketua DPRD Jatim Kusnadi, dari Kursi Dewan ke Podium Dosen

Pelaksanaan program di Surabaya dilakukan melalui kerja sama antara LPPM Untag Surabaya dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surabaya. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pendampingan pengelolaan Kampung Pancasila sebagai bentuk dukungan konkret perguruan tinggi terhadap program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pemerintah Kota Surabaya.

Dari kegiatan tersebut, Untag Surabaya berhasil menghasilkan 48 teknologi tepat guna serta 36 model pelatihan pengembangan sumber daya manusia dan produk olahan berbasis potensi lokal.
Keberhasilan program di Surabaya menjadi modal penting bagi pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gresik, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Editor : Trisna Eka Aditya

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru