Lingkaran.net - Memasuki musim kemarau yang berpotensi mendorong kenaikan harga beras, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur bersama Tim Satgas Pangan Jatim memperkuat pengawasan harga sekaligus mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar tradisional.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan beras tetap tersedia dan harga di tingkat konsumen tetap terjangkau. Salah satunya dengan mengguyur pasar induk di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Baca juga: Menteri Zulhas di Bulog Jatim, Jelang Ramadan Stok Beras Aman 14 Bulan
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu, mengatakan Bulog pada Sabtu (5/9/2026) kembali menggelontorkan sekitar 700 ton beras SPHP ke pasar. Selain beras, Bulog juga menyalurkan sekitar 20.000 liter Minyakita melalui mitra binaan di Jawa Timur.
Penyaluran tersebut dilakukan di sela monitoring harga pangan di Pasar Tambakrejo, Kota Surabaya.
“Beras SPHP yang kami gelontorkan hari ini kurang lebih 700 ton. Selain itu, kami juga menyalurkan Minyakita sekitar 20.000 liter melalui mitra binaan Bulog Jatim,” kata Langgeng.
Upaya menjaga stabilitas pangan ini bukan sekadar dilakukan secara insidental. Sepanjang Maret hingga September 2026, penyaluran beras SPHP Bulog Kanwil Jatim telah mencapai 130 ribu ton, atau 130,9 persen dari target perusahaan sebesar 98,7 ribu ton.
Sementara distribusi Minyakita mencapai 18,5 juta liter melalui 4.609 mitra yang tersebar di seluruh Jawa Timur.
Bulog menyalurkan beras SPHP dan Minyakita melalui berbagai jaringan mitra, mulai pasar tradisional, ritel modern, KDKMP, koperasi BUMN/BUMD hingga Rumah Pangan Kita.
Menurut Langgeng, keberadaan mitra tersebut menjadi salah satu kunci untuk memastikan pangan tersedia hingga tingkat konsumen.
“Mitra binaan ini sangat berperan aktif dalam penyediaan, keterjangkauan serta ketersediaan pangan untuk konsumen serta berperan dalam menjaga inflasi,” ujarnya.
Baca juga: Inflasi Agustus 2025 di 2,31 Persen, Pangan Jadi Pendorong Utama
Harga Beras Masih di Bawah HET
Hasil monitoring di Pasar Tambakrejo menunjukkan harga beras medium masih relatif stabil. Harga beras medium tercatat berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.500 per kilogram.
Sedangkan beras SPHP dijual secara eceran di kisaran Rp12.000-Rp12.500 per kilogram, masih berada di bawah HET yang ditetapkan.
Untuk Minyakita, pedagang binaan Bulog menjual dengan harga maksimal Rp15.700 per liter.
Langgeng juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok pangan. Bulog Kanwil Jatim saat ini memiliki stok beras sekitar 1,3 juta ton serta Minyakita sekitar 3,2 juta liter yang tersimpan di gudang.
Baca juga: Ketua DPR RI Geram! Minyakita Oplosan dan Takaran Kurang, Rakyat Dirugikan
“Ketersediaan stok beras 1,3 juta ton dan Minyakita 3,2 juta liter saat ini yang tersimpan di gudang BULOG Jatim sangat melimpah. Harapannya masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying,” tegasnya.
Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Tim Satgas Pangan terus memperkuat sejumlah langkah stabilisasi, mulai dari penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP dan Minyakita, penambahan pasokan beras premium hingga pelaksanaan operasi pasar.
Pengawasan harga juga dilakukan secara langsung dan serentak di berbagai daerah untuk memastikan rantai distribusi berjalan sesuai ketentuan.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern dan seluruh pemangku kepentingan juga terus diperkuat agar pasokan pangan dapat terdistribusi secara merata.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap mendapatkan beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang wajar dan terjangkau, terutama di tengah perubahan musim yang berpotensi memengaruhi pasokan dan harga pangan.
Editor : Setiadi