DPRD Jatim: MPLS Ramah 2025 Momentum Bangun Moral Siswa Lewat Pancasila

Reporter : Alkalifi Abiyu
Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi PKS

Lingkaran.net - Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, MM, menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) harus menjadi media untuk memperkuat karakter siswa.

"Kami mendorong MPLS menjadi ajang penguatan karakter anak-anak. Ini sangat penting sebagai landasan moral dan etika selama mereka menempuh pendidikan," ujar politisi asal Wajak, Malang, tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (13/7/2025).

Baca juga: Kasus Bunuh Diri Remaja Meningkat, DPRD Jatim Dorong Hotline 24 Jam dan Wajib Konselor di Puskesmas

Menurut Puguh, situasi sosial remaja saat ini, khususnya pelajar SMA di Jawa Timur, perlu menjadi perhatian serius. Data menunjukkan bahwa kasus pergaulan bebas dan penyimpangan moral semakin meningkat, terutama di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Jember.

"Ini zaman yang berbeda. Anak-anak kita hidup di era digital dan media sosial. Pendekatannya juga harus berubah. Perpeloncoan itu sudah ketinggalan zaman," tegasnya.

Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Pancasila

Dalam pandangannya, MPLS seharusnya menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai luhur, salah satunya melalui pendidikan karakter berbasis Pancasila.

Baca juga: Kohati HMI Curhat ke DPRD Jatim, Peran Perempuan di Madura Minim

Puguh menilai bahwa butir-butir Pancasila dapat menjadi pedoman pembentukan akhlak dan perilaku positif siswa.

"Pancasila sudah sangat lengkap sebagai fondasi pembentukan karakter. Butir-butirnya harus dibahas dan ditanamkan sejak MPLS, bukan hanya sekadar disampaikan normatif," jelasnya.

Ajak Sekolah Hindari Kekerasan dan Tekanan Mental

Baca juga: Sri Wahyuni DPRD Jatim Puji Bojonegoro Soal 430 KDKMP Siap Dilaunching Presiden Prabowo

Puguh Pamungkas juga mengajak semua pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga OSIS untuk menyelenggarakan MPLS yang ramah, mendidik, dan menyenangkan.

"Anak-anak harus merasa aman dan dihargai sejak hari pertama masuk sekolah. Tidak boleh ada perundungan atau tekanan mental dalam bentuk apa pun," tambahnya.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru