Lingkaran.net - Nusantara Beat, grup musik psychedelic-folk berbasis di Amsterdam, Belanda, kini menjadi sorotan publik Tanah Air.
Band yang terdiri dari enam musisi keturunan Indonesia ini menarik perhatian karena menggabungkan musik tradisional Nusantara dengan elemen modern, serta membawakan lirik berbahasa Indonesia yang terdengar fasih.
Grup musik yang beraliran Indo-Psychedelic baru-baru ini mengeluarkan album akhir tahun 2025.
Beberapa lagunya di antaranya, Ke Masa Lalu, Kalangkang, Di Pantai, Bunga Mekar, Ular Ular, Kupu Kupu, Gapura, Hilang Kendali, Tamat, Bakar, dan Cinta Itu Menyakitkan.
Awal Pembentukan dan Identitas Musik
Nusantara Beat dibentuk oleh musisi-musisi muda di Amsterdam yang memiliki keterikatan kuat terhadap akar budaya Nusantara. Para personelnya merupakan warga negara Belanda, namun masih memiliki darah Indonesia.
Nama “Nusantara” dipilih untuk menggambarkan semangat persatuan seluruh kepulauan Indonesia dan menjadi fondasi identitas musikal mereka.
Musik mereka merupakan gabungan antara melodi folk Nusantara, Indo-pop lawas, psikedelia, funk, dan tekstur sonik kontemporer, menciptakan suara yang unik sekaligus menghormati tradisi musikal Indonesia di panggung global.
Penampilan pertama Nusantara Beat berlangsung pada musim panas 2022 di Amsterdam. Sebelum album penuh, mereka telah merilis beberapa single, termasuk Djanger, Kota Bandung, dan Mang Becak, yang merupakan interpretasi ulang lagu klasik Indonesia abad ke-20.
Profil Personel dan Latar Belakang
Seluruh anggota Nusantara Beat menggabungkan darah keturunan Indonesia dengan pengalaman musik internasional, menetap dan berkarya di Belanda. Berikut profil singkat mereka:
1. Megan De Klerk - Vokalis
Sebagai vokalis utama, Megan memimpin nyanyian band termasuk lirik berbahasa Indonesia dan menggambarkan makna Nusantara sebagai suara dari seluruh kepulauan Indonesia.
Megan yang berdomisili di Amsterdam merupakan warga negara Belanda keturunan Indonesia.
2. Jordy Sanger - Gitaris
Jordy merupakan salah satu pendiri band dan memainkan gitar utama sambil mengeksplorasi nuansa musik tradisional Indonesia dalam gaya psikadelik kontemporer.
Dia memiliki kewarganegaraan Belanda yang mempunyai darah keturunan Indonesia.
3. Rouzy Portier - Gitar/Keyboard
Sebagai penata melodi dan harmonis, Rouzy membantu memadukan instrumen tradisional dengan tekstur suara modern dalam banyak lagu Nusantara Beat. Rouzy Portier merupakan kewarganegaraan Belanda dengan darah keturunan Indonesia.
4. Michael Joshua Yonata - Bass
Michael adalah satu-satunya personel yang lahir di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, sebelum pindah ke Belanda pada usia remaja, membawa pengalaman langsung dari tanah leluhur yang kemudian dipadu dalam musiknya.
5. Sonny Groeneveld - Drummer
Sonny bertanggung jawab atas ritme dinamis band yang menghadirkan nuansa nuansa psikedelik dan groove berenergi. Sonny berkewarganegaraan Belanda dengan darah keturunan Indonesia.
6. Gino Groeneveld - Perkusi
Adik dari Sonny, Gino mengisi berbagai elemen perkusi yang memperkaya tekstur musik Nusantara Beat.
Album Debut dan Pencapaian Internasional
Album Nusantara Beat menampilkan 11 lagu orisinal yang mengeksplorasi warisan budaya Indonesia dengan cara yang modern dan segar.
Lagu-lagu tersebut, seperti Ke Masa Lalu, Di Pantai, dan Bunga Mekar, dibalut dengan unsur-unsur tradisional seperti gamelan serta musik pop Indonesia era 70-an yang dipadu dengan aransemen kontemporer.
Prestasi terbaru band ini adalah meraih peringkat pertama di Transglobal World Music Chart pada Januari 2026, sebuah pengakuan penting di kancah musik dunia terhadap karya mereka yang mengangkat tradisi musik Indonesia ke skala global.
Editor : Baehaqi