x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Soto Ayam MBG Diduga Picu Keracunan Massal di Mojokerto, 261 Warga Terdampak

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menyelidiki dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan warga di Kabupaten Mojokerto.  

Investigasi epidemiologi kini difokuskan pada menu soto ayam yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Kecamatan Kutorejo, Jumat (9/1/2026). 

Beberapa saat setelah menyantap hidangan tersebut, para penerima manfaat mulai dari siswa hingga orang tua siswa mengeluhkan gangguan kesehatan. Gejala yang muncul beragam, mulai dari pusing, mual, muntah, hingga diare. 

Hingga Minggu (11/1/2026), tercatat sebanyak 261 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Mojokerto. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menduga sumber keracunan berasal dari SPPG yang menyiapkan dan mendistribusikan makanan.  

Penelusuran pun dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rantai pasok bahan pangan hingga prosedur pengolahan makanan. 

Dalam proses investigasi, Pemprov Jatim menemukan fakta yang dinilai tidak lazim. Korban tetap mengalami gejala keracunan meskipun hanya mengonsumsi bagian tertentu dari menu soto ayam, seperti daging ayam atau telur saja. 

“Kami menemukan pola bahwa korban tetap terdampak meskipun hanya mengonsumsi bagian tertentu. Ini menjadi data krusial untuk menemukan akar permasalahan,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat meninjau korban yang dirawat di Pondok Pesantren Ma’had An Nur dan RSUD Prof. dr. Soekandar, Mojokerto, Minggu (11/1/2026). 

Dari hasil peninjauan tersebut, Emil menyampaikan bahwa sebanyak 140 orang telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang. Sementara itu, 121 pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di beberapa faskes. 

Saat ini, Dinkes Jatim masih menguji sejumlah hipotesis teknis. Evaluasi dilakukan terhadap bahan baku yang telah dipersiapkan sejak H-1, proses pengemasan makanan, hingga kemungkinan kontaminasi silang termasuk dugaan kontaminasi pada cangkang telur yang disimpan dalam satu wadah bersama bahan pangan lain.

Artikel Terbaru
Kamis, 22 Okt 2026 08:08 WIB | Umum

Hari Santri 2026, Gus Iwan DPRD Jatim Ingatkan Santri: Jangan Hanya Kuat Agama, Iptek Juga Penting

Lingkaran.net - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju ...
Rabu, 21 Okt 2026 20:19 WIB | Umum

Hari Santri Nasional 2026: Ini Tema, Makna, Jadwal Upacara, dan Daftar Kegiatannya

Lingkaran.net - Hari Santri Nasional 2026 bukan sekadar peringatan sejarah perjuangan ulama dan santri. Momentum 22 Oktober ini juga menjadi ajakan bagi ...
Rabu, 21 Okt 2026 18:35 WIB | Politik & Pemerintahan

Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Minta Kabinet Berani Hadapi Kenyataan

Lingkaran.net - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak boleh lagi bersikap naif atau sekadar berusaha menyenangkan pihak lain ketika kepentingan ...