x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Cegah Anak Terpapar Pornografi, PKK Sun Safira Sidoarjo Gelar Literasi Digital

Avatar lingkaran.net

Umum

 Lingkaran.net - Kekhawatiran terhadap paparan pornografi dan pergaulan bebas pada anak di era digital mendorong pengurus PKK RT 41/RW 07 Perumahan Sun Safira Regency, Sidokepung, Buduran, Sidoarjo, menggelar kegiatan literasi digital dan parenting bertajuk “Save Our Children”, Minggu (25/1/2026).

Ketua RT 41, Edy Pranoto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian warga terhadap dampak negatif perkembangan teknologi.

“Acara ini merupakan literasi digital bagi orang tua dan kita semua, karena cukup banyak aspek negatif dari era digital yang telah masuk ke kehidupan sehari-hari, termasuk bahaya pornografi dan seks bebas,” ujarnya.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Aghnish Fauziah, M.Psi, psikolog sekaligus konselor dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Jawa Timur, memaparkan pentingnya pendampingan orang tua saat anak mengakses internet.

Ia menekankan perlunya penerapan parental control serta membangun kedekatan emosional dengan anak.

“Anak-anak perlu didampingi ketika mengakses internet. Orang tua bisa mulai dengan menanyakan game favorit mereka agar terjalin koneksi. Hubungan emosional di rumah harus diperkuat. Jadi bukan dalam bentuk pelarangan, tapi pemahaman,” jelas Aghnish.

Ia juga menegaskan pentingnya aturan waktu penggunaan gawai (screen time rule). Jika anak melanggar aturan, orang tua perlu memberikan konsekuensi yang bersifat mendidik, bukan hukuman.

“Konsekuensi bukanlah hukuman. Jika dianggap hukuman, anak akan merasa terancam. Yang diupayakan adalah anak merasa aman dan nyaman di rumah. Anak yang merasa aman di rumah akan lebih kuat menghadapi dunia luar,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Dody Tisna Amijaya, M.Pd., pakar parenting, membahas langkah yang perlu diambil jika anak terpapar konten pornografi atau perilaku seksual berisiko.

Menurutnya, orang tua harus tetap tenang dan membuka ruang dialog.

“Jika anak sudah terpapar, sebaiknya orang tua tenang dan meminta anak bercerita, bukan malah dihukum atau dikucilkan. Orang tua perlu memvalidasi perasaan anak, lalu memberi nasihat yang disesuaikan dengan usia anak,” jelas Dody.

Ia menambahkan, setelah itu orang tua perlu menyusun strategi pencegahan yang sesuai dengan karakter anak agar kejadian serupa tidak terulang. Hal terpenting adalah memperkuat kembali hubungan emosional antara orang tua dan anak.

“Anak yang sudah terpapar pornografi dan seks bebas tidak otomatis rusak. Cara memulihkannya adalah dengan memperkuat hubungan dengan orang tua dan tidak menghakiminya,” tegasnya.

Apabila orang tua melihat perubahan perilaku yang mengkhawatirkan pada anak, Dody menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan psikolog profesional.

Melalui kegiatan ini, warga Sun Safira berharap para orang tua semakin siap mendampingi anak agar tetap aman, sehat, dan terlindungi di tengah derasnya arus informasi digital.

Artikel Terbaru
Senin, 26 Jan 2026 08:08 WIB | Ekbis

Harga Emas Akhir Januari 2026, Saat yang Tepat untuk Investasi?

Harga emas fisik di Indonesia akhir Bulan Januari 2026. ...
Senin, 26 Jan 2026 07:53 WIB | Umum

Keutamaan Bulan Sya’ban, Panduan Amalan dan Niat Puasa

Umat Islam akan segera memasuki salah satu momentum spiritual penting, yakni bulan Sya’ban dan malam Nisfu Sya’ban. ...
Jumat, 23 Jan 2026 16:27 WIB | Olahraga

5 Pertandingan Paling Disorot di Pekan 18 BRI Super League 2025/26, Termasuk Big Match PSIM Yogyakarta Vs Persebaya

Sebanyak sembilan pertandingan pekan 18 BRI Super League 2025/26 akan dimainkan mulai Jumat (23/1/2026) sore hingga Senin (26/1/2026) malam. ...