x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Apa Itu Virus Nipah dan Bagaimana Ciri-Cirinya? Jumlah Pasien Meningkat di India

Avatar Redaksi

Edukasi

Lingkaran.net - India melaporkan adanya lima warga di wilayah Benggala Barat yang terkonfirmasi terinfeksi Virus Nipah. Menyusul temuan tersebut, lebih dari 100 orang yang diketahui memiliki kontak erat dengan para pasien harus menjalani isolasi ketat. 

Kendati jumlah kasus mengalami peningkatan dan upaya pelacakan kontak diperluas, para ahli menilai kemungkinan Virus Nipah berkembang menjadi pandemi global masih tergolong rendah.

Apa Itu Virus Nipah? 

Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui situs ayosehat.kemenkes.go.id, Nipah termasuk dalam keluarga Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga berkaitan dengan penyakit lain seperti pneumonia, gondongan, dan campak. 

Namun, Virus Nipah memiliki tingkat keganasan yang lebih tinggi sehingga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius.

Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine. 

Hewan yang paling sering menjadi sumber penularan adalah kelelawar dan babi. Selain itu, risiko infeksi juga dapat muncul akibat konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut tidak dimasak hingga matang sempurna. 

Tidak hanya dari hewan ke manusia, Virus Nipah juga dapat menular antarmanusia melalui kontak langsung dengan penderita, khususnya saat pasien mengeluarkan banyak cairan tubuh, misalnya air liur.

Ciri-Ciri Infeksi Virus Nipah

Setelah terpapar, Virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari sebelum gejala muncul. Tanda-tanda infeksi bisa bersifat ringan hingga berat, mulai dari demam, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot, muntah, hingga sesak napas dan kesulitan menelan. 

Pada kondisi yang lebih serius, infeksi dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis) yang ditandai dengan kantuk berlebihan, gangguan konsentrasi, kebingungan, perubahan suasana hati, dan dalam kasus tertentu dapat berujung pada kematian.

Untuk menekan risiko penularan, Kemenkes menekankan pentingnya langkah pencegahan, antara lain menghindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko membawa virus, mencuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, serta menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan kotoran atau urine hewan. 

Masyarakat juga dianjurkan untuk rajin mencuci tangan, memastikan daging dimasak hingga matang, dan menghindari konsumsi makanan mentah yang berpotensi terkontaminasi.

Meski hingga saat ini belum ada laporan kasus Virus Nipah di Indonesia, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat virus ini memiliki kemampuan penularan yang cepat dan dampak kesehatan yang serius. Dengan disiplin menerapkan langkah pencegahan, risiko penyebaran Virus Nipah dapat ditekan sejak dini.

Artikel Terbaru
Senin, 03 Agu 2026 17:38 WIB | Politik & Pemerintahan

Banggar DPRD Jatim Desak Pemprov Cairkan Rp247 Miliar Tunjangan Guru SMA/SMK

Lingkaran.net - Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 ...
Senin, 03 Agu 2026 14:52 WIB | Umum

DPRD Surabaya Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengajak seluruh warga Kota Surabaya menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan ...
Senin, 03 Agu 2026 12:57 WIB | Ekbis

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Semua Kapal Dicek Sebelum Berlayar Usai Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2

Lingkaran.net - Musibah kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura yang merenggut lima korban jiwa mendapat ...