Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memaparkan capaian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang 2025 dalam rapat paripurna DPRD Jawa Timur dengan agenda Nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Senin (30/3/2026).
Dalam paparannya, Khofifah menegaskan bahwa pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 yang merupakan turunan dari RPJMD Jawa Timur menunjukkan hasil yang sangat tinggi.
Secara kumulatif, capaian implementasi program dan kegiatan mencapai 98,33 persen dari total 4.021 indikator, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 98,25 persen.
“Capaian ini menunjukkan kerja keras bersama antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan target pembangunan daerah,” ujarnya.
Tak hanya itu, keberhasilan tersebut juga diiringi dengan raihan penghargaan dalam jumlah besar. Sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil mengoleksi 133 penghargaan dari berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik hingga inovasi pembangunan.
“Ini adalah prestasi seluruh masyarakat Jawa Timur, bukan hanya pemerintah,” tegas Khofifah.
Di sektor ketahanan pangan, Jawa Timur bahkan diklaim telah mencapai swasembada dan mulai bergerak menuju kedaulatan pangan. Salah satu program unggulan, Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), mencetak prestasi dengan meraih dua rekor MURI.
Program ini melibatkan 754 sekolah SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Timur, serta lebih dari 110 ribu guru dan siswa dalam gerakan penanaman dan budidaya pangan.
Menurut Khofifah, program SIKAP tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga menjadi laboratorium sosial untuk membentuk karakter dan kemandirian siswa dalam menghadapi isu ketahanan pangan.
Selain itu, Jawa Timur juga mencatatkan diri sebagai provinsi tercepat dalam menuntaskan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari total 8.494 koperasi, sebanyak 8.420 merupakan koperasi baru yang terbentuk dalam waktu relatif singkat.
Di sektor pendidikan, Pemprov Jatim mendukung program prioritas nasional dengan mengembangkan Sekolah Rakyat. Hingga saat ini, tercatat 26 Sekolah Rakyat telah beroperasi di Jawa Timur, menjadi yang terbanyak secara nasional sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Sementara itu, dari sisi pelayanan publik, Jawa Timur mencatat skor tertinggi nasional yakni 4,75 dari skala 5. Capaian ini dinilai sebagai hasil sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Prestasi juga ditorehkan oleh dua rumah sakit milik Pemprov Jatim, yakni RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dan RSUD Dr. Soedono Madiun, yang meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam ajang SAKIP dan Zona Integritas Award 2025.
Secara keseluruhan, hingga 2025 terdapat 10 unit kerja di lingkungan Pemprov Jatim yang meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan 2 unit kerja meraih WBBM.
Capaian ini disebut sebagai bukti komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Semua capaian ini adalah proyeksi masa depan untuk menjadikan Jawa Timur sebagai bagian penting dari kemajuan Indonesia,” pungkas Khofifah.
Editor : Setiadi