x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Giant Sea Wall Jadi Benteng Terakhir Pantura, DPRD Jatim: Tanpa Ini, Abrasi Makin Ganas

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara Jawa mendapat dukungan penuh dari DPRD Jawa Timur. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dinilai menjadi 'benteng terakhir' untuk menyelamatkan kawasan pantura dari ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan. 

Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim, menegaskan pihaknya siap mengawal dan mendukung penuh langkah Pemerintah Pusat tersebut. 

“Kami pasti mendukung langkah dan program yang sangat strategis ini. Jika tidak dilakukan giant sea wall di wilayah pantura, maka abrasi akan terus menggerus daratan dan kondisinya sangat mengkhawatirkan,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, wilayah pantai utara Jawa Timur menjadi salah satu kawasan paling rentan terhadap dampak perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut. Tanpa intervensi besar, ancaman hilangnya daratan bukan lagi sekadar prediksi. 

Sebelumnya, Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Senin (20/4/2026), untuk mematangkan rencana pembangunan giant sea wall sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Proyek ini disebut memiliki peran vital, tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa tanggul raksasa tersebut berpotensi melindungi sekitar 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk di wilayah terdampak. 

“Banyak hasil riset di kampus yang sudah diuji coba, seperti di Demak dan Semarang. Ke depan, para akademisi akan dilibatkan aktif untuk mempercepat dan mengefisienkan pembangunan giant sea wall,” jelas Brian. 

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Dikti Saintek akan menggandeng para guru besar dan pakar dari berbagai perguruan tinggi untuk terlibat langsung, tidak hanya dalam kajian, tetapi juga dalam tim pelaksana proyek. 

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menyebut proyek ini masih dalam tahap perencanaan mendalam. 

“Masih dihitung dari sisi waktu dan sumber daya. Kita juga dorong pemanfaatan material ramah lingkungan, termasuk pengolahan limbah (waste) untuk konstruksi,” ujarnya. 

Pemerintah menegaskan, pembangunan giant sea wall bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri menjadi kunci utama agar proyek ini kokoh secara teknis, efisien secara ekonomi, dan tetap ramah lingkungan. 

Dengan dukungan politik dari daerah seperti Jawa Timur, proyek ambisius ini diharapkan tak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menyelamatkan masa depan kawasan pesisir Indonesia—terutama di wilayah pantura yang kini berada di garis rawan.

Artikel Terbaru
Jumat, 24 Jul 2026 17:14 WIB | Umum

Gelar Peralatan PB 2026 Resmi Ditutup, Jember Raih Juara Umum dan Pacitan Diganjar Penghargaan

Lingkaran.net - Gelaran Peralatan Penanggulangan Bencana (PB) Jawa Timur 2026 resmi berakhir. Setelah berlangsung selama beberapa hari dengan rangkaian ...
Jumat, 24 Jul 2026 15:05 WIB | Politik & Pemerintahan

Bukan Sekadar Diskusi, RedTalk 2026 Jadi Panggung Anak Muda Menguliti Persoalan Indonesia

Lingkaran.net - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan pentingnya membuka ruang dialog yang mampu mendengar suara dan gagasan generasi ...
Kamis, 23 Jul 2026 17:39 WIB | Politik & Pemerintahan

PKS dan Demokrat Sepakat Perkuat Kolaborasi Bangun Jawa Timur

Lingkaran.net - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur melakukan silaturahmi politik ke Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Rabu (22/7/2026). Kunjungan ...