x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

BPJS Kesehatan Disebut Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Irma Suryani Minta Data PBI Dibersihkan

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyoroti kondisi keuangan BPJS Kesehatan yang disebut mengalami defisit hingga Rp2 triliun setiap bulan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi mengganggu keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan bagi jutaan masyarakat Indonesia. 

Irma menegaskan, salah satu akar persoalan yang perlu segera dibenahi adalah akurasi data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia meminta pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melakukan evaluasi menyeluruh agar bantuan iuran benar-benar diterima masyarakat yang berhak. 

"Rakyat sudah membayar iuran dan menjalankan prinsip gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan. Sesuai amanat konstitusi, masyarakat miskin memang menjadi tanggung jawab negara. Karena itu, data penerima PBI harus benar-benar akurat," ujar Irma di Jakarta, Rabu (10/6/2026). 

Politisi Fraksi Partai NasDem itu menilai kebijakan pendataan berbasis desil kesejahteraan masih menyisakan persoalan di lapangan. Ia mengungkapkan, tidak sedikit masyarakat kurang mampu yang justru kehilangan status kepesertaan bantuan akibat ketidaksesuaian data. 

Kondisi tersebut dinilai berisiko besar, terutama bagi warga miskin yang mengidap penyakit katastropik dan membutuhkan pengobatan dalam jangka panjang. Jika kepesertaan mereka dinonaktifkan, akses terhadap layanan kesehatan bisa terancam. 

"Kasihan masyarakat miskin yang memiliki penyakit katastropik jika kepesertaannya dinonaktifkan. Mereka sangat bergantung pada jaminan kesehatan untuk mendapatkan layanan pengobatan," tegasnya. 

Selain mendorong perbaikan data penerima bantuan, Irma juga mengusulkan pemerintah mencari sumber pendanaan tambahan untuk memperkuat kondisi keuangan BPJS Kesehatan. 

Salah satu opsi yang dinilai layak dipertimbangkan adalah pemanfaatan sebagian penerimaan dari cukai hasil tembakau. 

Menurutnya, dana cukai rokok dapat dioptimalkan untuk menopang keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus memastikan masyarakat kurang mampu tetap memperoleh layanan kesehatan yang memadai. 

Irma berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan peserta PBI agar tidak ada lagi warga miskin yang kehilangan hak atas jaminan kesehatan hanya karena kesalahan administrasi atau ketidakakuratan data. 

"Jangan sampai masyarakat yang seharusnya dilindungi negara justru kehilangan akses layanan kesehatan akibat persoalan data. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah," pungkasnya.

Artikel Terbaru
Rabu, 09 Sep 2026 21:31 WIB | Ekbis

Dindik Jatim Dikepras Rp104,5 Miliar, TPG 35.680 Guru Malah Belum Beres

Lingkaran.net - Anggaran pendidikan Jawa Timur justru dikepras Rp104,5 miliar di tengah masih adanya persoalan tambahan Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai ...
Rabu, 09 Sep 2026 15:31 WIB | Politik & Pemerintahan

Setoran BUMD Tembus Rp509 Miliar, Kok Target P-APBD Jatim Malah Turun?

Lingkaran.net - Ada paradoks dalam target penerimaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur di Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Saat setoran hasil kinerja ...
Rabu, 09 Sep 2026 12:49 WIB | Politik & Pemerintahan

DTSEN Disorot Fraksi PDIP DPRD Jatim: Warga Miskin Bisa Tersisih Gara-gara Desil

Lingkaran.net - Penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat sorotan tajam dari Penasihat Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Jawa ...