x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Stres Kuliah Bikin Tertekan? Dua Mahasiswa DKV ITS Ciptakan STIMZY

Avatar Alkalifi Abiyu

Edukasi

Lingkaran.net - Tekanan akademik, kesibukan organisasi, tuntutan magang hingga kekhawatiran terhadap masa depan menjadi bagian dari keseharian banyak mahasiswa.  

Jika tidak dikelola dengan baik, berbagai tekanan tersebut dapat membuat mahasiswa kesulitan mengatur emosi dan menjaga keseimbangan diri. 

Berangkat dari keresahan itu, dua mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS, Yohanes Carolus Satria Bramantyo dan Ivena Ayu Lestari, menghadirkan sebuah inovasi bernama STIMZY (Stress Regulation Kit). 

STIMZY dirancang sebagai media praktis dan interaktif yang membantu mahasiswa mengenali, mengelola, sekaligus menyalurkan stres dengan cara yang lebih menyenangkan. 

Carolus mengatakan, gagasan tersebut muncul setelah melihat berbagai tekanan yang dihadapi mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari tugas kuliah, aktivitas organisasi, magang, hingga kecemasan mengenai masa depan. 

“Banyak teman merasa tertekan oleh berbagai tuntutan itu,” ungkap Carolus. 

Bukan Sekadar Fidget, STIMZY Gabungkan Relaksasi dan Refleksi 

Berbeda dari media pengelolaan stres pada umumnya, STIMZY menggabungkan sejumlah elemen dalam satu paket, yakni tactile fidget charm, jurnal refleksi, panduan regulasi stres, dan sticker pack

Perpaduan tersebut memungkinkan pengguna memperoleh stimulasi sensorik untuk membantu menenangkan diri sekaligus melakukan refleksi terhadap kondisi emosional yang sedang dialami melalui konsep ephemeral journaling. 

“Kami ingin semua kebutuhan tersebut hadir dalam satu media yang praktis dan menyenangkan,” tutur Carolus. 

Konsep tersebut membuat STIMZY tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk membantu pengguna mengenali dan menyalurkan emosinya secara lebih sederhana. 

Dikembangkan Enam Bulan, Libatkan User Testing 

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, kedua mahasiswa angkatan 2023 ini mengembangkan STIMZY selama kurang lebih enam bulan dengan menerapkan pendekatan user-centered design. 

Pengembangan dilakukan di bawah bimbingan dosen DKV ITS, Dr Rahmatsyam Lakoro, S.Sn., M.T. dan Wisnu Wijaya, S.Sn., M.Sn. 

Proses pengembangan dimulai melalui riset terhadap mahasiswa dan kalangan dewasa muda. Tahapan berikutnya meliputi brainstorming, eksplorasi desain, pembuatan prototipe, user testing, hingga penyempurnaan produk berdasarkan masukan dari pengguna. 

Pendekatan tersebut membuat STIMZY tidak hanya mengedepankan aspek visual, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman pengguna secara langsung. 

Logo Terinspirasi Tombol CTRL, Punya Maskot Kucing Minzy 

Dari sisi desain, STIMZY juga dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang interaktif. Kemasan produk dibuat dengan konsep pop-up, sementara identitas visualnya diperkuat melalui logo, tagline, dan maskot. 

Logo STIMZY terinspirasi dari tombol CTRL pada papan ketik komputer. Simbol tersebut dimaknai sebagai ajakan kepada pengguna untuk mengambil kembali kendali atas pikiran dan emosinya. 

Pesan itu kemudian diperkuat melalui tagline “Take CTRL of Yourself” serta maskot kucing bernama Minzy. 

“STIMZY bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga media regulasi stres yang lebih lengkap,” jelas Carolus. 

Berpeluang Dikembangkan Bersama Kampus dan Komunitas 

Ke depan, Carolus berharap STIMZY dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, perguruan tinggi hingga pemerhati kesehatan mental. 

Dukungan Departemen DKV ITS, khususnya melalui dosen pembimbing dan proses user testing, menjadi bagian penting dalam penyempurnaan inovasi tersebut. 

Kehadiran STIMZY sekaligus menunjukkan bagaimana pendekatan desain dapat digunakan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.  

Inovasi ini juga sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta tujuan ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Artikel Terbaru
Jumat, 14 Agu 2026 17:50 WIB | Umum

Darurat Kekeringan Jatim Meluas, Kini 22 Daerah Tetapkan Status Kedaruratan

Lingkaran.net - Ancaman kekeringan di Jawa Timur semakin meluas. Hingga pertengahan Agustus 2026, sebanyak 22 kabupaten/kota telah menetapkan status ...
Jumat, 14 Agu 2026 17:38 WIB | Politik & Pemerintahan

DPRD Jatim Minta Program Prabowo Benar-Benar Dirasakan Rakyat

Lingkaran.net - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur sekaligus politikus PDI Perjuangan, Deni Wicaksono, mengapresiasi sejumlah capaian yang disampaikan Presiden ...
Jumat, 14 Agu 2026 17:32 WIB | Politik & Pemerintahan

Sri Wahyuni DPRD Jatim Tekankan Asas Pemerataan Usai Prabowo Sebut 108 Juta Warga Sudah Ikut CKG

Lingkaran.net - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, memberikan tanggapan terhadap pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI ...