x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

KPK Tetapkan 21 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah, Temukan Bukti Penggunaan Uang Beli Rumah

Avatar Redaksi

Umum

Surabaya, Lingkaran.net Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pengurusan dana hibah untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Provinsi Jawa Timur.

Penyidikan ini dilakukan setelah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan pada tanggal 5 Juli 2024, yang merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan terhadap STPS, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, beserta rekan-rekannya pada Desember 2022.

Juru Bicara (Jubir) KPK, Tessa Mahardhika mengatakan bahwa KPK telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Empat tersangka di antaranya diduga sebagai penerima suap, terdiri dari tiga penyelenggara negara dan satu staf dari penyelenggara negara," katanya, Jumat (12/7/2024).

Sementara itu, lanjut Tessa, 17 tersangka lainnya diduga sebagai pemberi suap, di mana 15 berasal dari pihak swasta dan dua dari penyelenggara negara.

"Nama-nama tersangka dan rincian perbuatan melawan hukum mereka akan diumumkan lebih lanjut setelah penyidikan selesai," jelasnya.

Dalam rangka pengusutan kasus ini, dibeberkan Tessa, KPK telah melakukan serangkaian penggeledahan sejak 8 Juli hingga 12 Juli 2024.

Penggeledahan dilakukan di beberapa lokasi di Jawa Timur, termasuk di Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Tulungagung, Gresik, Blitar, serta beberapa wilayah di Pulau Madura seperti Kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Sumenep.

Hasil penggeledahan menunjukkan adanya barang bukti yang signifikan. KPK menyita uang tunai sebesar kurang lebih Rp380 juta, dokumen terkait pengurusan dana hibah, kuitansi dan catatan penerimaan uang yang nilainya mencapai miliaran rupiah, bukti setoran uang ke bank, serta bukti penggunaan uang untuk pembelian rumah.

"KPK juga menyita salinan sertifikat rumah, dokumen-dokumen lainnya, serta barang-barang elektronik seperti handphone dan media penyimpanan lainnya yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus ini," bebernya.

Menurut Tessa, KPK akan terus berupaya maksimal dalam mengembangkan penyidikan kasus ini dan menuntut pertanggungjawaban pidana dari para pihak yang terlibat.

"Kami akan memastikan bahwa semua yang terlibat dalam kasus ini akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarnya. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Jan 2026 15:56 WIB | Politik & Pemerintahan

Wawali Madiun Rapat Bahas Percepatan Proyek di Hari Wali Kota Maidi Terjaring OTT KPK

Lingkaran.net - Percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas tata kelola lingkungan menjadi fokus utama dalam rapat dinas yang dipimpin Wakil Wali Kota ...
Senin, 19 Jan 2026 23:08 WIB | Umum

Pejuang Ekonomi Diluncurkan, Ini Nasihat Bu Risma Agar UMKM Surabaya Bisa Tumbuh Pesat

Lingkaran.net - Gerakan pemberdayaan UMKM bertajuk Pejuang Ekonomi resmi diluncurkan di Kota Surabaya. Peluncuran ditandai dengan acara syukuran dan pelatihan ...
Senin, 19 Jan 2026 18:52 WIB | Edukasi

Kunjungi BPBD Jatim, Akademisi Jepang Tertarik Kolaborasi Drone Mitigasi Bencana

Lingkaran.net - Tingginya potensi bencana alam di Jawa Timur menarik perhatian kalangan akademisi internasional. Sejumlah peneliti dari Jepang menjajaki kerja ...