Lingkaran.net - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menggelar konsolidasi kader yang dirangkai dengan peringatan Nuzulul Qur’an di Surabaya, Jumat (13/3). Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada calon legislatif (caleg) potensial yang dinilai berkontribusi besar dalam perolehan suara pada Pileg 2024.
Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadan yang diisi dengan konsolidasi internal sekaligus penghargaan bagi para caleg pendulang suara partai.
“Rutinitas kita setiap Ramadan dirangkai dengan Nuzulul Qur’an dan pertemuan caleg potensial pendulang suara Pileg 2024. Kita beri apresiasi dan afirmasi kepada mereka sebagai bentuk reward,” ujar pria yang akrab disapa Gus Halim.
Menurutnya, keberhasilan seorang anggota legislatif yang duduk di parlemen tidak lepas dari kontribusi caleg lain dalam satu daerah pemilihan. Ia mengibaratkan kursi legislatif seperti meja yang tidak selalu berdiri dengan empat kaki yang kuat.
“Hampir tidak ada kursi anggota DPR yang kakinya empat. Ada yang tiga, berarti satu kaki urunan dari caleg di bawahnya. Ada yang dua, berarti dua kaki urunan dari caleg lain yang juga kuat. Nah, itu yang kita apresiasi,” jelasnya.
Selain konsolidasi kader, kegiatan tersebut juga menjadi penutupan rangkaian Safari Ramadan PKB di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Dalam kegiatan itu, PKB Jatim turut menyalurkan bantuan sosial kepada kader partai.
Gus Halim menyebut selama Ramadan tahun ini pihaknya telah mendistribusikan sekitar 26.000 paket sembako kepada kader PKB di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Penutupan Safari Ramadan kita lakukan dengan konsolidasi kader dan berbagi sembako sebanyak 26.000 paket yang sudah kita distribusikan kepada kader-kader PKB se-Jawa Timur,” katanya.
Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar kantor DPW PKB Jatim. Mulai dari konsumsi hingga bingkisan acara disediakan oleh pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Konsumsi, bingkisan, dan berbagai kebutuhan acara malam ini kita hadirkan dari UMKM yang ada di sekitar kantor DPW,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Halim juga mengingatkan para anggota legislatif yang saat ini menjabat agar tetap menjaga hubungan dengan konstituennya. Ia menegaskan para caleg potensial yang belum terpilih terus mempersiapkan diri untuk kontestasi politik berikutnya.
Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti pertandingan sepak bola, di mana pemain cadangan selalu siap menggantikan pemain inti yang lengah.
“Hati-hati, pemain cadangan tidak pernah berhenti melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Kalau pemain inti yang sekarang di DPR tidak merawat konstituennya, bisa digulingkan oleh caleg-caleg potensial di bawahnya,” tegasnya.
Gus Halim juga menyinggung perkembangan wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah yang saat ini masih menjadi bahan diskusi di tingkat nasional. Menurutnya, sejumlah opsi masih dibahas, termasuk kemungkinan kepala daerah dipilih oleh DPRD dengan modifikasi tertentu.
“Pembahasan masih berjalan, termasuk soal jumlah kursi DPR RI, konfigurasi dapil, dan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi. Peluang kepala daerah dipilih oleh DPRD masih sangat terbuka,” katanya.
Ia menilai sistem pemilihan kepala daerah saat ini membutuhkan biaya politik yang tinggi dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Karena itu, perbaikan sistem dinilai penting agar pilkada tidak menjadi sumber masalah.
“Jangan sampai kepala daerah lebih memikirkan pencitraan untuk periode kedua daripada memikirkan rakyat. Kalau dipilih DPRD dengan modifikasi tertentu, menurut saya itu tidak akan mengurangi nilai demokrasi,” pungkasnya.
Editor : Setiadi