x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim Pertanyakan Alasan Penghapusan Jurusan IPA, IPS dan Bahasa oleh Kemendikbudristek

Avatar Redaksi

Umum

Surabaya, Lingkaran.net Penghapusan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA sederajat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) direspon Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih.

Pihaknya mengaku belum mengrtahui secara pasti alasan Kemendikbudristek menghapus jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA.

"Kalau menurut saya harus dipelajari dulu kenapa kok dihapus. Gak isok komen. Kenapa kok diusulkan dihapus kayak gitu?," katanya usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Jatim, Kamis (18/7/2024).

Politisi PKB itu juga mengatakan tidak mengetahui bagaimana kebijakan itu diimplementasikan di satuan pendidikan. Begitupun dengan proses evaluasinya.

"Saya cuma kepingin tahu mengapa itu dihapus dulu," ujarnya ketika ditanya masih pentingkah jurusan IPA, IPS dan Bahasa pada proses belajar mengajar kedepan.

Sebelumnya, Kemendikbudristek menjelaskan soal kebijakan penghapusan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di tingkat SMA.

Kemendikbudristek menyatakan, peniadaan jurusan di tingkat SMA merupakan implementasi Kurikulum Merdeka agar basis pengetahuan siswa lebih relevan untuk rencana studi lanjutan.

Kepala Badan Standar Nasional Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo peniadaan jurusan di SMA sudah diterapkan secara bertahap sejak tahun 2021.

"Pada tahun ajaran 2022, sudah sekitar 50% satuan pendidikan menerapkan Kurikulum Merdeka. Pada tahun ajaran 2024 saat ini, tingkat penerapan Kurikulum Merdeka sudah mencapai 90-95% untuk SD, SMP, dan SMA/SMK," kata Anindito dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta pada Rabu (17/7/2024).

Pada kelas 11 dan 12 SMA, lanjutnya, murid yang sekolahnya menggunakan Kurikulum Merdeka dapat memilih mata pelajaran secara lebih leluasa sesuai minat, bakat, kemampuan, dan aspirasi studi lanjut atau karirnya.

Sebagai contoh, dia menyebutkan seorang murid yang ingin berkuliah di program studi teknik bisa menggunakan jam pelajaran pilihan untuk mata pelajaran matematika tingkat lanjut dan fisika, tanpa harus mengambil mata pelajaran biologi.

Sebaliknya, seorang murid yang ingin berkuliah di kedokteran bisa menggunakan jam pelajaran pilihan untuk mapel biologi dan kimia, tanpa harus mengambil mapel matematika tingkat lanjut.

Dengan demikian, murid bisa lebih fokus untuk membangun basis pengetahuan yang relevan untuk minat dan rencana studi selanjutnya.

Menurutnya, persiapan yang lebih terfokus dan mendalam tersebut sulit dilakukan jika murid masih dikelompokkan ke dalam jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Demikian dilansir Antara.

Dia mengatakan, ketika ada pembagian jurusan sebagian besar murid memilih jurusan IPA yang belum tentu berdasarkan refleksi tentang bakat, minat, dan rencana karirnya, melainkan karena jurusan IPA diberi privilise lebih dalam memilih program studi di perguruan tinggi.

Dengan menghapus penjurusan di SMA, kata dia, Kurikulum Merdeka mendorong murid untuk melakukan eksplorasi dan refleksi minat, bakat, dan aspirasi karir, serta memberi kesempatan untuk mengambil mata pelajaran pilihan secara lebih fleksibel sesuai rencana tersebut.

Selain itu, penghapusan jurusan di SMA juga menghapus diskriminasi terhadap murid jurusan non-IPA dalam seleksi nasional mahasiswa baru. Dengan Kurikulum Merdeka, semua murid lulusan SMA dan SMK dapat melamar ke semua prodi melalui jalur tes, tanpa dibatasi oleh jurusannya ketika SMA/SMK. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 14:21 WIB | Umum

Beri Kado Ultah Prabowo, Cak Yebe Dorong Pengelolaan Urban Farming

Bendahara DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mendorong pengelolaan sampah rumah tangga dan pengembangan pertanian perkotaan atau urban ...
Sabtu, 17 Okt 2026 13:21 WIB | Hype

Elektabilitas Prabowo Anjlok Jadi 9,8 Persen, Dedi Mulyadi Unggul Telak dalam Survei SMRC

Lingkaran.net - Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto merosot tajam dalam setahun terakhir. Dari semula 34,9 persen pada November 2025, dukungan terhadap ...
Sabtu, 17 Okt 2026 11:01 WIB | Ekbis

Stok BBM Disebut Aman, Mengapa Antrean SPBU di Jatim Mengular? Ini Kata Emil Dardak

Lingkaran.net - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Timur belum bisa diselesaikan hanya dengan memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak ...