Lingkaran.net - Pencarian panjang terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya berakhir pilu. Pendaki asal Magelang, Jawa Tengah, yang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (14/1/2026).
Jasad Syafiq ditemukan di jalur yang menghubungkan kawasan Gunung Malang dan Baturraden, tepatnya di bebatuan jurang Kali Lembarang. Lokasi tersebut berada di area yang sebelumnya menjadi fokus penyisiran tim pencari dan penyelamat (SAR).
Baca juga: Pendaki Sidoarjo Hilang di Gunung Buthak Ditemukan, Evakuasi Terkendala Kabut Tebal
Peristiwa hilangnya Syafiq sempat mengundang perhatian publik dan memicu operasi pencarian intensif. Insiden bermula saat Syafiq melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Berdasarkan keterangan resmi yang disadur dari laman Pemerintah Kabupaten Pemalang, kejadian berawal pada Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, dua pendaki yakni Himawan Choidar Bahran dan Syafiq Ridhan Ali Razan tercatat melakukan registrasi pendakian di Base Camp Dipajaya.
Keduanya merencanakan pendakian tektok dengan estimasi turun pada Minggu, 28 Desember 2025 pukul 17.00 WIB.
Namun hingga Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya belum juga kembali ke basecamp. Menyikapi hal tersebut, pengelola basecamp segera mengirimkan dua personel untuk melakukan pengecekan menyusuri jalur pendakian.
Upaya pencarian awal membuahkan hasil pada Senin, 29 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. Tim basecamp menemukan Himawan Choidar Bahran dalam kondisi mengalami cedera pada bagian kaki di sekitar Pos 9 jalur Dipajaya. Saat ditemukan, Himawan tidak bersama rekannya, Syafiq.
Kepada petugas, Himawan menjelaskan bahwa Syafiq memutuskan melanjutkan perjalanan seorang diri untuk mencari bantuan, karena dirinya sudah tidak mampu melanjutkan perjalanan akibat cedera yang dialaminya.
Himawan kemudian dievakuasi oleh tim SAR menuju basecamp dan tiba sekitar pukul 17.50 WIB. Setibanya di basecamp, ia langsung mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan.
Editor : Baehaqi