Lingkaran.net – Warga Dusun Duko, Desa Penyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, digegerkan dengan temuan sumur air yang mengeluarkan cairan diduga mengandung minyak.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama SKK Migas langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel.
Baca juga: PAW Dua Anggota DPRD Jatim Masih Menggantung, PDIP Tunggu Keputusan Mendagri
Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim, mengapresiasi langkah cepat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur dan SKK Migas Perwakilan Jabanusa dalam menyikapi temuan tersebut.
Menurutnya, pengujian laboratorium perlu dilakukan untuk memastikan kandungan cairan yang keluar dari sumur warga.
“Kami mengapresiasi ESDM Jatim dan SKK Migas Jabanusa yang langsung ke lokasi, mengambil sampel, dan melakukan penelitian. Masyarakat juga diimbau tidak mengambil atau menggunakan cairan tersebut demi keselamatan,” ujar Halim, Selasa (20/1/2026).
Halim menyebut lokasi sumur tidak jauh dari wilayah eksploitasi minyak dan gas West Madura Offshore (WMO). Meski demikian, ia menegaskan hasil uji laboratorium tetap menjadi rujukan utama sebelum menarik kesimpulan.
Baca juga: Paripurna Perdana 2026, DPRD Jatim Sahkan Dua Perda Strategis
“Secara kemungkinan bisa saja ada campuran minyak, tetapi kita menunggu hasil uji laboratorium resmi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Aris Mukiyono mengatakan peninjauan lapangan dilakukan bersama SKK Migas Jabanusa, Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), serta OPD Kabupaten Bangkalan untuk memastikan kondisi di lokasi.
Sumur tersebut berada di halaman rumah warga dan awalnya merupakan pengeboran air bersih dengan kedalaman sekitar 105 meter. Saat pompa dioperasikan, air yang keluar bercampur dengan cairan yang secara visual diduga mengandung minyak bumi.
Baca juga: BEM Nusantara Jatim: Pilkada Dipilih DPRD adalah Akal-akalan Politik
“Sampel air telah diambil untuk diuji di laboratorium. Hasilnya nanti akan disampaikan oleh SKK Migas Jabanusa,” ujar Aris.
Sambil menunggu hasil pengujian, pemerintah daerah mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi sumur dan tidak mengambil cairan tersebut guna mencegah potensi bahaya. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk menjaga keselamatan warga.
Editor : Setiadi