Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan Imbas Situasi Timur Tengah

Reporter : Redaksi
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Lingkaran.net - Pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu.  

Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan pelindungan jemaah, pemerintah mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi kembali kondusif. 

Baca juga: 9.400 Jemaah Umrah Asal Jatim Tertunda Pulang Imbas Konflik Iran-Israel-AS

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara. 

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil dikutip dari laman Kemenhaj, Minggu (1/3/2026). 

Pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.  

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik. 

Baca juga: Presiden Prabowo Tawarkan Diri Jadi Juru Damai Iran-AS

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” lanjutnya. 

Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Seluruh pihak diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan. 

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi disebut tetap berlangsung sesuai jadwal. 

Baca juga: Awal Mula Serangan Iran vs Israel, Tel Aviv Kewalahan Hadapi Rudal Teheran

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” tutup Dahnil. 

Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini serta memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru