Lingkaran.net - Kenaikan bantuan keuangan partai politik (banpol) dinilai harus menjadi momentum bagi partai politik untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.
Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, mengingatkan bahwa meningkatnya dana banpol juga diikuti tanggung jawab moral dan sosial yang jauh lebih besar.
Baca juga: Dana Banpol Jatim Naik 50 Persen Jadi Rp7.500 per Suara, Rp165 Miliar untuk 10 Parpol
Menurut Surokim, partai politik tidak boleh hanya menikmati kenaikan anggaran tanpa diimbangi peningkatan kinerja dan akuntabilitas kepada publik.
“Parpol punya tanggung jawab moral yang lebih tinggi dengan meningkatnya bantuan banpol tersebut. Parpol kian dituntut punya tanggung jawab sosial lebih tinggi agar bisa memanfaatkan dana parpol dengan lebih baik dan lebih akuntabel melalui penerapan good governance,” ujar Surokim, Minggu (10/5/2026).
Ia menegaskan, dana banpol yang bersumber dari uang rakyat harus benar-benar digunakan untuk memperkuat fungsi pendidikan politik sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.
Menurutnya, jangan sampai kenaikan bantuan keuangan justru berbanding terbalik dengan tingkat kepercayaan publik kepada partai politik.
“Jangan sampai bantuan parpol terus meningkat tapi kepercayaan publik menurun. Itu akan menjadi paradoks dan kontraproduktif,” katanya.
Surokim menilai publik saat ini memiliki ekspektasi yang jauh lebih besar terhadap partai politik. Karena itu, partai dituntut mampu menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat dan hadir di tengah berbagai persoalan rakyat.
Baca juga: Dana Hibah Parpol Jatim 2026 Naik Jadi Rp165 Miliar, Ini Rinciannya
“Bantuan parpol yang notabene dana rakyat harus bisa dipakai sebagai sarana menguatkan kepercayaan publik bahwa parpol ini ada dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia mendorong partai politik untuk bekerja melampaui ekspektasi masyarakat agar kembali mendapat legitimasi dan kepercayaan publik.
“Raih kembali kepercayaan publik dengan berbuat lebih, beyond expectation, melebihi harapan publik bahwa parpol sebagai badan publik ini layak diberi kepercayaan,” tegasnya.
Surokim juga mengingatkan agar kenaikan banpol tidak membuat partai politik semakin jauh dari rakyat. Menurutnya, partai harus tetap memiliki empati terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tekanan ekonomi dan sosial.
Baca juga: Setwan DPRD Jatim Pakai Konsep Squid Game untuk Ajak Pelajar SMA/SMK Aktif Berpolitik
“Naiknya banpol jangan hanya bisa membuat tertawa bahagia tetapi lupa untuk ikut menangis bersama rakyat. Ingat, itu dana rakyat. Jika tidak amanah bisa kualat,” tandasnya.
Ia pun mewanti-wanti agar peningkatan bantuan keuangan partai tidak justru memicu kemarahan publik akibat rendahnya kualitas pelayanan dan buruknya tata kelola partai politik.
“Jangan sampai membuat masyarakat memberi sumpah serapah karena bantuan meningkat tetapi kinerjanya turun,” pungkasnya.
Editor : Setiadi