Fraksi PDIP DPRD Jatim: Jawa Timur Tak Boleh Jadi Surga Bandar Narkoba

Reporter : Alkalifi Abiyu
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Andy Firasadi.

Lingkaran.net - Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Andy Firasadi, menegaskan Jawa Timur tidak boleh terus dicap sebagai wilayah rawan peredaran narkotika, khususnya di wilayah Madura. 

Menurutnya, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama melakukan langkah luar biasa agar Jawa Timur terbebas dari jerat narkoba. 

Baca juga: Kasus Pungli ESDM Jadi Alarm, Komisi A DPRD Jatim: Jangan Hanya Ganti Orang, Benahi Sistem Pengawasan

"Jawa Timur tidak boleh menjadi surga bagi bandar narkoba. Ini bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat," tegas Andy, Sabtu (1/8/2026). 

Pernyataan itu disampaikan menyusul masih tingginya peredaran narkotika di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Meski aparat terus membongkar jaringan hingga ke tingkat bandar, Andy menilai persoalan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda mereda. 

Data Polda Jawa Timur mencatat sepanjang Semester I 2026 terdapat 3.157 kasus narkotika yang berhasil diungkap dengan 4.061 tersangka, meningkat 4,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Menurut Andy, tingginya angka pengungkapan justru menjadi bukti bahwa jaringan narkotika masih menjadikan Jawa Timur, termasuk Madura, sebagai pasar sekaligus jalur distribusi yang strategis. 

Baca juga: Warga Bojonegoro-Tuban Curhat Soal Irigasi, Jalan dan Sekolah, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni: Akan Saya Kawal

"Kalau setiap tahun ribuan kasus terus terungkap, artinya kita sedang menghadapi ancaman yang sangat serius. Penangkapan memang penting, tetapi negara tidak boleh kalah dalam upaya pencegahan," ujarnya. 

Ia menilai posisi geografis Madura yang memiliki banyak akses pelabuhan rakyat dan jalur laut menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pengawasan terhadap pintu-pintu masuk harus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, BNN, TNI, hingga masyarakat. 

Politisi Dapil Lamongan-Gresik ini juga mendorong Pemprov Jatim memperbesar investasi pada program pencegahan melalui edukasi di sekolah, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Baca juga: Harga Tebu Anjlok hingga BPOPP Hilang, Aspirasi Warga Mengemuka di Reses Atika Banowati DPRD Jatim

"Jangan biarkan generasi muda Jawa Timur kehilangan masa depan karena narkoba. Kita harus menyerang persoalan ini dari hulunya, yakni pendidikan, keluarga, dan kesejahteraan masyarakat," katanya. 

Andy memastikan Fraksi PDI Perjuangan akan mengawal pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), termasuk mendorong peningkatan anggaran bagi edukasi, rehabilitasi, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah yang tergolong rawan. 

"Perang melawan narkoba tidak cukup hanya menangkap pelaku. Kita harus memastikan tidak ada lagi generasi muda yang menjadi korban, dan itu membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa," pungkasnya. 

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru