Lingkaran.net - Tekanan akademik, kesibukan organisasi, tuntutan magang hingga kekhawatiran terhadap masa depan menjadi bagian dari keseharian banyak mahasiswa.
Jika tidak dikelola dengan baik, berbagai tekanan tersebut dapat membuat mahasiswa kesulitan mengatur emosi dan menjaga keseimbangan diri.
Baca juga: Prabowo Target Pangkas BUMN Jadi 250 Perusahaan, Laba Diminta Dialokasikan untuk Riset dan Inovasi
Berangkat dari keresahan itu, dua mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS, Yohanes Carolus Satria Bramantyo dan Ivena Ayu Lestari, menghadirkan sebuah inovasi bernama STIMZY (Stress Regulation Kit).
STIMZY dirancang sebagai media praktis dan interaktif yang membantu mahasiswa mengenali, mengelola, sekaligus menyalurkan stres dengan cara yang lebih menyenangkan.
Carolus mengatakan, gagasan tersebut muncul setelah melihat berbagai tekanan yang dihadapi mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari tugas kuliah, aktivitas organisasi, magang, hingga kecemasan mengenai masa depan.
“Banyak teman merasa tertekan oleh berbagai tuntutan itu,” ungkap Carolus.
Bukan Sekadar Fidget, STIMZY Gabungkan Relaksasi dan Refleksi
Berbeda dari media pengelolaan stres pada umumnya, STIMZY menggabungkan sejumlah elemen dalam satu paket, yakni tactile fidget charm, jurnal refleksi, panduan regulasi stres, dan sticker pack.
Perpaduan tersebut memungkinkan pengguna memperoleh stimulasi sensorik untuk membantu menenangkan diri sekaligus melakukan refleksi terhadap kondisi emosional yang sedang dialami melalui konsep ephemeral journaling.
“Kami ingin semua kebutuhan tersebut hadir dalam satu media yang praktis dan menyenangkan,” tutur Carolus.
Konsep tersebut membuat STIMZY tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk membantu pengguna mengenali dan menyalurkan emosinya secara lebih sederhana.
Dikembangkan Enam Bulan, Libatkan User Testing
Untuk mewujudkan gagasan tersebut, kedua mahasiswa angkatan 2023 ini mengembangkan STIMZY selama kurang lebih enam bulan dengan menerapkan pendekatan user-centered design.
Baca juga: Dindik Jatim Pamerkan Inovasi SMK, dari Kendaraan Listrik hingga Sekolah Berintegritas
Pengembangan dilakukan di bawah bimbingan dosen DKV ITS, Dr Rahmatsyam Lakoro, S.Sn., M.T. dan Wisnu Wijaya, S.Sn., M.Sn.
Proses pengembangan dimulai melalui riset terhadap mahasiswa dan kalangan dewasa muda. Tahapan berikutnya meliputi brainstorming, eksplorasi desain, pembuatan prototipe, user testing, hingga penyempurnaan produk berdasarkan masukan dari pengguna.
Pendekatan tersebut membuat STIMZY tidak hanya mengedepankan aspek visual, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman pengguna secara langsung.
Logo Terinspirasi Tombol CTRL, Punya Maskot Kucing Minzy
Dari sisi desain, STIMZY juga dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang interaktif. Kemasan produk dibuat dengan konsep pop-up, sementara identitas visualnya diperkuat melalui logo, tagline, dan maskot.
Logo STIMZY terinspirasi dari tombol CTRL pada papan ketik komputer. Simbol tersebut dimaknai sebagai ajakan kepada pengguna untuk mengambil kembali kendali atas pikiran dan emosinya.
Pesan itu kemudian diperkuat melalui tagline “Take CTRL of Yourself” serta maskot kucing bernama Minzy.
Baca juga: Drone Pintar Bayucaraka ITS Sabet Juara di Singapura
“STIMZY bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga media regulasi stres yang lebih lengkap,” jelas Carolus.
Berpeluang Dikembangkan Bersama Kampus dan Komunitas
Ke depan, Carolus berharap STIMZY dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, perguruan tinggi hingga pemerhati kesehatan mental.
Dukungan Departemen DKV ITS, khususnya melalui dosen pembimbing dan proses user testing, menjadi bagian penting dalam penyempurnaan inovasi tersebut.
Kehadiran STIMZY sekaligus menunjukkan bagaimana pendekatan desain dapat digunakan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.
Inovasi ini juga sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta tujuan ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Editor : Setiadi