Jember, Lingkaran.net Di tengah peringatan Hari Kartini, Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Bupati, menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Tak hanya sekadar seremonial, semangat Kartini di Jember diwujudkan dalam aksi nyata: pemberdayaan emak-emak sebagai garda terdepan pengentasan kemiskinan.
Baca juga: Tangis Masa Kecil Gus Fawait Berbuah Kebijakan, Kini 1.200 Nakes Datangi Rumah Warga Jember
“Saya percaya, ketika emak-emak diberdayakan, maka mereka bisa jadi solusi nyata untuk mengangkat keluarga dan masyarakat dari jurang kemiskinan,” ujar Gus Bupati saat dikonfirmasi, Senin (21/4/2025).
Salah satu program andalan yang menunjukkan komitmen ini adalah Mlijo Cinta. Sebuah inisiatif cerdas dari Ketua dan pengurus PKK Kabupaten Jember, program tersebut tak hanya menyentuh kebutuhan perempuan secara langsung, tetapi juga telah mendapatkan apresiasi nasional berupa penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).
Baca juga: Gus Fawait Akui Banyak Belajar dari Pakde Karwo dan Khofifah
“Program Mlijo Cinta ini murni ide dari PKK, dan terbukti membawa dampak. Sekitar 75 persen penerima manfaat adalah perempuan, khususnya para emak-emak,” jelas Gus Bupati yang juga Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini.
Tak berhenti di sana, Pemerintah Kabupaten Jember juga terus menggulirkan berbagai program pengembangan kapasitas perempuan. Mulai dari pelatihan UMKM, keterampilan rumah tangga, hingga edukasi parenting dan kesehatan keluarga.
Baca juga: Gus Fawait Raih Gelar Doktor Unair, Beberkan Formula Menurunkan Kemiskinan di Jatim
“Semangat Kartini tak boleh padam. Ia harus terus hidup dalam diri perempuan Jember. Karena mereka bukan hanya tiang rumah tangga, tapi juga tiang pembangunan daerah,” tegasnya.
Di Hari Kartini ini, Gus Bupati tak sekadar memberi ucapan selamat, tapi juga menghadirkan harapan: bahwa masa depan Jember akan lebih cerah jika perempuan diberi ruang dan kepercayaan untuk berkarya. Alkalifi Abiyu
Editor : Redaksi