x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Pansus DPRD Jatim Menggila, BUMD Rugi Terancam Dimerger hingga Dibubarkan

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jawa Timur tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), terutama terkait kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. 

Anggota Pansus DPRD Jatim, H. Satib, menegaskan bahwa pembentukan Pansus BUMD bertujuan menguliti secara menyeluruh kinerja BUMD, termasuk anak dan cucu perusahaannya.  

Evaluasi difokuskan pada dua fungsi utama BUMD, yakni sebagai penyedia layanan publik sekaligus entitas bisnis yang seharusnya memberikan keuntungan bagi daerah. 

“BUMD ini punya dua fungsi, pelayanan dan bisnis. Yang ingin kita lihat adalah sejauh mana kontribusi BUMD beserta anak-cucu perusahaannya terhadap pemerintah daerah,” ujar Satib, Senin (15/12/2025). 

Bendahara Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim itu mengungkapkan, selama ini DPRD kerap menemukan anak perusahaan BUMD yang kinerjanya tidak optimal. Bahkan, tak sedikit yang justru merugi dan membebani keuangan daerah. 

“Dalam setiap pembahasan LKPJ Gubernur, kami selalu menemukan anak perusahaan BUMD yang hidup segan mati tak mau. Bahkan ada yang terus mengalami kerugian,” ungkapnya. 

Satib menegaskan, DPRD Jatim tidak tinggal diam dan secara konsisten memberikan rekomendasi tegas kepada Gubernur Jawa Timur agar mengevaluasi BUMD yang terus merugi.  

Ia mempertanyakan urgensi mempertahankan perusahaan daerah yang tidak memberikan manfaat nyata bagi daerah. 

“Kalau memang merugikan, kenapa harus dipertahankan? Kalau hanya membebani, harus berani dipikirkan opsi merger atau bahkan dibubarkan,” tegas Satib. 

Ia juga menyoroti pola lama sebagian BUMD yang terus bergantung pada suntikan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tanpa diiringi kinerja dan kontribusi yang sepadan. 

“Ini bisnis yang sudah dibiayai Pemprov. Jangan hanya ‘nyusu’ APBD terus. Mereka harus bekerja maksimal dan memberi kontribusi, bukan sekadar minta tambahan modal,” katanya. 

Menurut Satib, sudah seharusnya BUMD dikelola secara profesional layaknya perusahaan swasta atau BUMN yang dituntut mandiri dan berorientasi pada kinerja. 

“Kita harus bandingkan, seimbang tidak antara aset yang dimiliki dengan kontribusi ke Pemprov. Jangan sampai asetnya besar, tapi sumbangan PAD-nya kecil,” jelasnya. 

Melalui Pansus BUMD, DPRD Jatim berkomitmen mengurai persoalan BUMD secara objektif dan mendalam. Berbeda dengan pembahasan LKPJ Gubernur yang terbatas waktu, Pansus memberikan ruang evaluasi yang lebih komprehensif. 

“Dengan Pansus ini waktunya panjang, sehingga kita bisa membedah persoalan sedalam-dalamnya. Kita tidak ingin BUMD yang dibangun untuk meningkatkan PAD dan pelayanan publik justru menjadi beban daerah,” pungkas Satib.

Artikel Terbaru
Jumat, 06 Nov 2026 12:23 WIB | Politik & Pemerintahan

Wagub Emil Buka Suara soal 285 Kematian Ibu dan 2.721 Bayi di Jatim

Lingkaran.net - Angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah. Hingga 21 September 2026, tercatat 285 ...
Kamis, 05 Nov 2026 18:15 WIB | Umum

Jokowi Pamerkan Ijazah SD hingga S1 di Depan Roy Suryo, Terdakwa Tertawa

Lingkaran.net - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memperlihatkan ijazah pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah ...
Rabu, 04 Nov 2026 21:22 WIB | Politik & Pemerintahan

Muncul Kasus Pungli Rekrutmen Pegawai Pemkot Surabaya, Ketua Komisi A Murka

Terbongkarnya skandal pungutan liar (pungli) bermodus percaloan rekrutmen tenaga kerja kontrak di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memicu ...