Lingkaran.net - Hasil pahit harus diterima Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1. Bertandang ke markas Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Sabtu (7/3) malam, Bajol Ijo dipaksa pulang dengan kekalahan telak 1-5.
Pertandingan yang sejatinya diharapkan menjadi momentum kebangkitan justru berubah menjadi malam kelabu bagi tim asal Surabaya itu. Borneo FC tampil dominan sejak awal dan mampu memanfaatkan setiap celah yang diberikan lini pertahanan Persebaya.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak menampik bahwa timnya kalah dalam efektivitas permainan. Menurutnya, meski Persebaya juga menciptakan sejumlah peluang, hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol.
“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Tavares dalam konferensi pers seusai laga.
Pelatih asal Portugal itu mengakui bahwa para pemain sudah menjalankan rencana permainan yang telah dipersiapkan, mulai dari upaya bermain agresif hingga memenangkan duel di lapangan. Namun, strategi tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
“Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” tambahnya.
Tavares juga menyoroti beberapa gol yang bersarang ke gawang Persebaya. Ia menyebut bahwa ancaman tembakan jarak jauh dari pemain Borneo FC sudah diprediksi dalam persiapan pertandingan, tetapi eksekusi di lapangan tetap sulit diantisipasi.
“Kami sudah membahas hal itu dalam persiapan. Kami mencoba menutup ruang di sekitar kotak penalti karena kami tahu mereka memiliki pemain dengan tembakan kuat dari luar kotak,” jelasnya.
Meski tertinggal jauh, Persebaya tidak menyerah begitu saja. Statistik mencatat Bajol Ijo melepaskan 13 tembakan sepanjang pertandingan, dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Namun, hanya satu yang berhasil menjadi gol.
“Kami punya dua pilihan saat tertinggal: menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang. Tetapi ketika kami membuka ruang, Borneo kembali mencetak gol,” ungkap Tavares.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Persebaya yang tengah berupaya menjaga konsistensi di kompetisi musim ini. Evaluasi menyeluruh dipastikan akan dilakukan agar hasil serupa tidak terulang di pertandingan selanjutnya.
Berikutnya, Persebaya akan kembali berlaga dengan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 April 2026 setelah jeda kompetisi selama tiga pekan.
Editor : Setiadi