x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Komisi E DPRD Jatim 'Pasang Rem' di Proyek Dinkes Rp22,9 Miliar

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Rencana pembangunan gedung instalasi farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur senilai Rp22,9 miliar dalam APBD 2026 terus menjadi sorotan.

Namun, Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, menegaskan proyek tersebut tetap harus dijalankan karena menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat secara luas. 

Menurut Untari, program yang telah disahkan dalam APBD merupakan bagian dari sistem layanan kesehatan yang terintegrasi untuk masyarakat Jawa Timur. Karena itu, pelaksanaannya tidak bisa serta-merta dihentikan. 

“Program yang sudah digedok di APBD 2026 harus dijalankan karena untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026). 

Meski demikian, Untari mengingatkan agar pelaksanaan proyek tetap berpijak pada prinsip efisiensi. Ia menekankan pentingnya penghematan anggaran di setiap tahapan, tanpa mengurangi kualitas hasil pembangunan. 

“Kalau masih bisa dilakukan penghematan, lakukan. Hasil efisiensi itu bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang juga penting bagi masyarakat,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut. 

Ia juga menyoroti pentingnya ketepatan waktu pelaksanaan proyek. Jika pembangunan direncanakan dalam satu tahun anggaran, maka harus diselesaikan dalam periode tersebut agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. 

Selain itu, Untari menekankan proses tender harus dilakukan secara cermat dan profesional. Pemilihan kontraktor, kata dia, harus berbasis kualifikasi yang jelas, dengan perhitungan anggaran yang rasional dan transparan. 

“Angka-angka yang disepakati harus logis, bukan angka yang dibuat-buat. Ini penting agar tidak ada pemborosan dan hasilnya benar-benar optimal,” ujarnya. 

Di tengah kondisi fiskal yang menuntut kehati-hatian, Untari mengajak semua pihak memiliki kesadaran bersama bahwa anggaran daerah harus dikelola secara bijak. Menurutnya, efisiensi bukan sekadar kebijakan, melainkan kebutuhan bersama agar berbagai program prioritas tetap berjalan seimbang. 

“Di masa seperti ini, kita butuh pengertian bersama. Anggaran harus bisa saling mendukung agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Rabu, 30 Sep 2026 21:31 WIB | Umum

Gerindra Jatim Tegas soal 3 Kader Diamankan Kasus Narkoba di Surabaya

Lingkaran.net - DPD Partai Gerindra Jawa Timur menyatakan menghormati proses hukum terhadap tiga kadernya yang disebut ikut diamankan polisi dalam ...
Rabu, 30 Sep 2026 15:24 WIB | Umum

3 Wakil Rakyat Gerindra di Jatim Diamankan di Hotel Surabaya, Polisi Temukan Sabu dan Ekstasi

Lingkaran.net - Penggerebekan sebuah kamar hotel di Surabaya pada Senin (28/9/2026) dini hari mengungkap fakta mengejutkan. Dari delapan orang yang diamankan ...
Rabu, 30 Sep 2026 09:46 WIB | Hype

Khofifah Ajak Warga Jatim Kenang G30S, Merah Putih Setengah Tiang Hari Ini

Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Jawa Timur mengikuti ketentuan pengibaran Bendera Merah Putih pada dua ...