x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Jejak Kecelakaan Kereta Paling Mematikan di Indonesia, dari Lembah Anai hingga Bekasi Timur

Avatar Redaksi

Umum

Lingkaran.net - Kecelakaan kereta api terjadi di Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di area Stasiun Bekasi Timur.

Berdasarkan data per Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka-luka. Sementara itu, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat dan telah dievakuasi.

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL ini menambah daftar panjang kecelakaan kereta api di Indonesia. 

Sejak jalur kereta api pertama dibangun pada 1864, sejumlah kecelakaan besar pernah terjadi di Tanah Air. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kereta Api di Lembah Anai, Padang Panjang, Sumatera Barat (1944)

Kecelakaan kereta di Lembah Anai, Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 25 Desember 1944 menjadi salah satu yang paling mematikan. Saat itu, kereta mengalami kegagalan pengereman ketika melintasi jalur ekstrem, sehingga tergelincir dan menewaskan sekitar 200 orang.

2. Kereta Api di Ratujaya, Depok (1968)

Tabrakan Kereta Api di Ratujaya, Depok pada 20 September 1968 juga tercatat sebagai tragedi besar. Dua kereta KA 406 dan KA 309 yang berada di lintas Manggarai–Bogor mengalami tabrakan cukup keras adu banteng. Sebanyak 116 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya luka-luka.

Waktu itu memang pengaturan perjalanan kereta masih sangat bergantung pada komunikasi manual antar-petugas. Pengendalian operasi belum kayak sekarang.

3. Tragedi Bintaro I (1987)

Tragedi Bintaro I pada 19 Oktober 1987 di Pondok Betung menjadi salah satu kecelakaan paling dikenang. Tabrakan dua kereta di lintasan tersebut menewaskan lebih dari 139 orang dan melukai ratusan lainnya.

Kecelakaan melibatkan KA 220 Ekonomi Patas jurusan Tanah Abang–Merak dan KA 225 Lokal Rangkasbitung–Jakarta Kota di tikungan maut lintasan Bintaro.

4. KRL ratu Jaya Depok (1993)

Kecelakaan KRL di Ratu Jaya kembali terjadi pada 2 November 1993 di jalur Depok Lama–Citayam. Insiden ini melibatkan dua rangkaian KRL ekonomi yang melaju dari arah berlawanan di satu jalur tunggal. Benturan keras yang terjadi di wilayah Desa Ratu Jaya menyebabkan bagian depan kedua kereta hancur dan saling bertumpuk.

Peristiwa tersebut dipicu oleh miskomunikasi antara petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) di Stasiun Depok Lama dan Stasiun Citayam.

Akibat kesalahan itu, satu rangkaian KRL diberangkatkan dari Depok Lama, sementara rangkaian lainnya melaju dari arah Citayam. Tabrakan ini menewaskan 20 orang dan mengakibatkan sekitar 100 penumpang mengalami luka-luka.

5. KA Empu Jaya Lawan KA Gaya Baru Malam Selatan di Brebes (2001)

Kecelakaan terjadi pada 25 Desember 2001 di Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes, Jawa Tengah. Dalam insiden tersebut, KA Empu Jaya menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan yang sedang berhenti di area stasiun. Hasil investigasi menyimpulkan bahwa tabrakan dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error).

Masinis KA Empu Jaya, Mohamad Toat, sempat menyatakan bahwa rem kereta tidak berfungsi. Namun, hasil pemeriksaan kepolisian menunjukkan sistem pengereman dalam kondisi normal. PT KAI kemudian menetapkan masinis sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 31 orang meninggal dunia, sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

6. KA Argo Bromo Anggrek vs KA Senja Utama di Pemalang (2010)

Tabrakan kereta di Petarukan terjadi pada Sabtu dini hari, 2 Oktober 2010, di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menghantam bagian belakang KA Senja Utama Semarang yang tengah berhenti menunggu sinyal masuk stasiun.

Peristiwa terjadi saat mayoritas penumpang masih terlelap. Benturan keras dari arah belakang membuat gerbong paling akhir KA Senja Utama hancur total. Data Kementerian Perhubungan mencatat 34 orang meninggal dunia, sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka berat.

7. KA Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya di Bandung (2024) 

Tabrakan KA Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya pada 5 Januari 2024 di Cicalengka, Kabupaten Bandung, menewaskan empat petugas kereta api dan menyebabkan puluhan penumpang luka-luka. Investigasi KNKT menyebut kecelakaan dipicu gangguan pada sistem persinyalan.

Rangkaian peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem keselamatan dan pengawasan dalam operasional perkeretaapian di Indonesia.

Artikel Terbaru
Selasa, 28 Apr 2026 11:55 WIB | Ekbis

Khofifah Belum Terima Surat Pengajuan Pelantikan Ketua DPRD Surabaya

Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan hingga kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum menerima surat pengajuan ...
Selasa, 28 Apr 2026 10:23 WIB | Ekbis

Upadate Harga Emas Hari Ini Selasa 28 April 2026

Lingkaran.net – Harga emas batangan di Pegadaian mengalami pergerakan bervariasi pada perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2026). Produk emas dari tiga produsen, ...
Selasa, 28 Apr 2026 08:20 WIB | Umum

Portal Jalan Buntu Pandugo Surabaya Bikin Warga Terbelah, Lilik DPRD Jatim Turun Tangan

Lingkaran.net - Rencana pembukaan portal jalan buntu di kawasan RT 04 RW 06 Penjaringansari sebagai solusi mengurai kemacetan di Jalan Raya Pandugo justru ...