x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim Rasiyo Angkat Bicara Soal Siswa Surabaya Keracunan MBG, Singgung SPPG

Avatar Alkalifi Abiyu

Umum

Lingkaran.net - Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Surabaya, Rasiyo, menyoroti lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, Senin (11/5/2026). 

Menurut Rasiyo, seharusnya insiden tersebut tidak terjadi karena dalam program MBG sudah terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki standar operasional dan mekanisme pengawasan makanan sebelum dibagikan kepada siswa. 

“Sudah ada SPPG, jadi standarisasi itu kan sudah ada di situ. Sehingga kalau keracunan itu ya mesti ada yang salah dalam memasak dan sebagainya,” ujar Rasiyo saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026). 

Ia menjelaskan, makanan yang akan disajikan kepada siswa seharusnya melalui proses pengecekan terlebih dahulu oleh pihak SPPG untuk memastikan keamanan dan kualitas konsumsi. 

“Perannya SPPG sebelum makanannya disajikan kepada anak ya dicek. Operasionalnya sejauh itu, makanya saya juga heran kenapa bisa terjadi,” katanya. Rasiyo juga menilai pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum berjalan optimal.  

Menurutnya, BGN yang memiliki struktur hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota seharusnya aktif melakukan monitoring secara berkala. 

“Pengawasan itu ya dari Badan Gizi Nasional. Kan ada di masing-masing provinsi kemudian di kabupaten/kota, itu yang harus turun. Kelihatannya memang enggak optimal,” tegasnya. 

Ia meminta evaluasi menyeluruh dilakukan, terutama karena insiden serupa disebut terus berulang di sejumlah daerah. 

“Kalau sudah ada kejadian satu harus dievaluasi, kenapa ini terjadi. Kemudian pengawasannya dibagi. Kalau enggak diawasi, ya namanya orang bisa saja lalai. Karena kejadian ini terus saja terjadi, maka harus dievaluasi kenapa bisa terjadi,” imbuh Rasiyo. 

Diketahui, ratusan siswa dari belasan sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu program MBG. Para siswa mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah dan harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. 

Sebagian siswa sempat dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh. Namun mayoritas korban dievakuasi ke RS Ibu dan Anak IBI Jalan Dupak, Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

Berdasarkan data sementara, sekitar 200 siswa dari 12 sekolah terdampak dalam insiden tersebut.

Artikel Terbaru
Rabu, 24 Jun 2026 21:02 WIB | Umum

Pertama dalam Sejarah, Rakyat Diajak Pilih Logo HUT Ke-81 RI

Lingkaran.net - Pemerintah membuka babak baru dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ...
Rabu, 24 Jun 2026 15:43 WIB | Umum

Badai PHK Mengguncang Jatim, 2.332 Buruh Kehilangan Pekerjaan dalam 5 Bulan

Lingkaran.net - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Timur kian mengkhawatirkan. Di tengah perlambatan ekonomi dan tekanan berat yang dialami ...
Rabu, 24 Jun 2026 14:26 WIB | Umum

Ribuan Buruh Terancam PHK, BPJS Ketenagakerjaan Jatim Siap Layani Semua Klaim

Lingkaran.net - Potensi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang mulai menghantui sejumlah perusahaan di Jawa Timur mendapat perhatian dari BPJS ...