Lingkaran.net - Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jawa Timur pada tahun 2025 menunjukkan penurunan cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru, total ATS turun dari 48.932 anak pada 2024 menjadi 41.665 anak di tahun 2025 atau berkurang 7.267 anak setara 14,83 persen.
"Penurunan ini menjadi kabar positif bagi dunia pendidikan di Jawa Timur di tengah upaya pemerintah memperluas akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai saat memaparkan dihadapan Komisi E DPRD Jatim dengan agenda evaluasi kinerja Kuartal I Tahun 2026, Jumat (22/5/2026).
Meski demikian, kata Aries, kategori Drop Out (DO) atau putus sekolah masih menjadi penyumbang terbesar jumlah ATS. Pada 2025, angka DO tercatat mencapai 40.275 anak, turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 47.458 anak.
Sementara, lanjut dia, kategori Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) juga mengalami penurunan, dari 1.474 anak pada 2024 menjadi 1.390 anak di tahun 2025.
Data sebaran ATS di Jawa Timur menunjukkan Kabupaten Jember masih menjadi daerah dengan jumlah ATS tertinggi, yakni mencapai 4.075 anak. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Malang sebanyak 3.495 anak dan Kota Surabaya 3.263 anak.
Sebaliknya, Kota Batu menjadi daerah dengan angka ATS terendah, yakni 339 anak, disusul Kabupaten Pacitan sebanyak 475 anak.
"Penurunan angka ATS dinilai menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran pendidikan masyarakat. Namun demikian, pemerintah daerah diminta tidak lengah dan tetap memperkuat intervensi pendidikan, terutama di wilayah dengan angka putus sekolah yang masih tinggi," jelasnya.
Langkah percepatan dinilai penting agar seluruh anak di Jawa Timur mendapatkan hak pendidikan yang layak serta mencegah munculnya generasi rentan putus sekolah di masa mendatang.
Editor : Setiadi