Lingkaran.net - Anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, mengajak masyarakat menjadi pelaku utama dalam membangun demokrasi yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, masa depan demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh partisipasi publik yang cerdas, aktif, dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Lilik saat menggelar Sosialisasi Demokrasi Berkualitas bertema "Demokrasi Berkualitas Dimulai dari Masyarakat: Peran KPU dan Partisipasi Publik", yang dihadiri tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, serta berbagai elemen masyarakat Surabaya.
Dalam pemaparannya, Lilik menegaskan bahwa demokrasi tidak berhenti saat masyarakat selesai memberikan suara di bilik pemungutan. Demokrasi justru harus terus dijaga melalui pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, penyampaian aspirasi secara konstruktif, serta menjaga persatuan meski berbeda pilihan politik.
"Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang peduli, kritis, dan berintegritas. Masyarakat bukan hanya pemilih, tetapi juga penjaga arah perjalanan bangsa," ujar Lilik saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).
Politisi asal Dapil Surabaya ini menjelaskan, kualitas demokrasi akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pemimpin yang terpilih, kebijakan yang dihasilkan, hingga pembangunan yang dirasakan masyarakat. Karena itu, warga diharapkan memilih berdasarkan rekam jejak, kapasitas, dan integritas calon pemimpin, bukan sekadar popularitas atau kepentingan sesaat.
Lilik juga mengingatkan bahwa demokrasi saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari praktik politik uang, penyebaran hoaks dan disinformasi, polarisasi masyarakat, hingga rendahnya literasi politik. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dihadapi dengan memperkuat pendidikan politik dan kesadaran berdemokrasi di tengah masyarakat.
"Harapan kami, masyarakat Surabaya semakin memahami pentingnya memilih berdasarkan gagasan, kapasitas, dan integritas, bukan karena pengaruh sesaat. Ketika masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihan, maka peluang lahirnya pemimpin yang amanah dan berpihak kepada rakyat akan semakin besar," tegasnya.
Lebih lanjut, Lilik menilai demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa. KPU, tokoh masyarakat, masyarakat, hingga DPRD memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga kualitas demokrasi.
"KPU memiliki tugas menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu, tokoh masyarakat berperan memberikan edukasi dan menjaga kondusivitas, masyarakat berpartisipasi dan mengawasi, sementara DPRD bertugas menyalurkan aspirasi serta mengawasi jalannya pemerintahan. Jika seluruh unsur ini bersinergi, demokrasi kita akan semakin matang dan berkualitas," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lilik berharap Surabaya dapat menjadi contoh daerah dengan masyarakat yang semakin dewasa dalam berdemokrasi, menghargai perbedaan pilihan politik, serta aktif mengawal lahirnya kepemimpinan yang berintegritas dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
"Demokrasi yang kuat tidak lahir dari banyaknya pemilih semata, tetapi dari kualitas kesadaran masyarakat dalam memilih, mengawasi, dan menjaga persatuan," pungkasnya.
Editor : Setiadi