x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim Undang 10 Ketua Parpol Bahas Evaluasi Mendagri, Soal Apa?

Avatar Redaksi

Umum

Surabaya, Lingkaran.net Baru sebulan dilantik, 120 anggota DPRD Jawa Timur sudah menuai kritik tajam. Pasalnya, hingga kini mereka belum juga membentuk pimpinan definitif, apalagi menjalankan fungsi utama mereka sebagai wakil rakyat.

Kritik ini salah satunya datang dari pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, yang menyindir keras kinerja lamban para legislator.

“Belum sebulan dilantik, kok sudah lupa janji ke rakyat? Responsif sedikitlah! Ini urusan publik, jangan lambat-lambat begini,” sindir Surokim saat dikonfirmasi, Kamis (26/9/2024).

Surokim menyoroti janji-janji politik yang ramai disuarakan partai-partai selama kampanye Pemilu 2024, tetapi ketika duduk di kursi dewan, justru tugas paling mendasar—menentukan pimpinan DPRD—belum juga selesai. "Apa susahnya menentukan pimpinan DPRD? Ini malah terkatung-katung," tambahnya.

Tidak hanya kinerja legislatif yang terganggu, lambannya pembentukan pimpinan ini juga berdampak serius pada kepentingan rakyat.

Pembahasan Rancangan Perda Perubahan APBD (P-APBD) 2024, yang seharusnya segera ditindaklanjuti, terpaksa tertunda. Hingga surat dari Mendagri terkait evaluasi P-APBD harus dikirimkan langsung ke 10 ketua partai politik pemenang Pemilu, karena alat kelengkapan dewan belum terbentuk.

“Ini yang bikin kecewa. Wakil rakyat kok lambat menangani hal penting. Bagaimana mau memenuhi aspirasi publik kalau hal mendasar seperti ini saja terhambat?" tukas Surokim.

PKB Jawa Timur sudah mengusulkan Musyafak Rouf sebagai Ketua DPRD Jatim, sementara Golkar mengajukan Blegur Prijanggono sebagai Wakil Ketua.

Namun, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, dan Gerindra belum juga menyampaikan calon mereka untuk posisi Wakil Ketua. Hal ini menyebabkan tiga fungsi utama DPRD—penganggaran, legislasi, dan pengawasan—belum bisa berjalan.

Surokim mengingatkan, jika keterlambatan ini terus berlanjut, citra DPRD Jatim di mata publik akan semakin buruk. “Segera selesaikan supaya tidak dicibir masyarakat. Mulailah bekerja dengan responsif dan pro rakyat, biar citra DPRD bisa diperbaiki,” tegasnya.

Sampai kapan masyarakat harus menunggu wakil mereka benar-benar bekerja? Sudah saatnya DPRD Jatim mempercepat langkah dan menepati janji-janjinya kepada rakyat.

Terbitnya surat 000.1.5/4293/050/2024 perihal Rapat pembahasan tindaklanjut hasil evaluasi Menteri Dalam Negeri terhadap Rancangan Perda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 menuai reaksi.

Surat yang disampaikan pada 10 partai politik pemenang pemilu itu, ditandatangani pimpinan sementara DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah tanggal 25 September 2024.

Mestinya surat disampaikan ke alat kelengkapan dewan. Karena alat kelengkapan belum terbentuk, surat  pembahasan tindaklanjut hasil evaluasi Menteri Dalam Negeri terhadap Rancangan Perda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 disampaikan ke ketua partai politik. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Minggu, 26 Apr 2026 11:59 WIB | Politik & Pemerintahan

Data BKD Jatim Bikin Kaget: Dari 66 OPD, Baru 4 yang Isi SKP di E-Kinerja BKN

Lingkaran.net - Evaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menunjukkan hasil yang belum ...
Minggu, 26 Apr 2026 10:27 WIB | Olahraga

LavAni Sapu Bersih Proliga 2026, Sri Wahyuni: Ini Bukan Tim Biasa!

Lingkaran.net - Kemenangan gemilang Jakarta LavAni Livin' Transmedia di ajang Proliga 2026 disambut euforia para pendukung. Tak hanya pecinta voli, apresiasi ...
Minggu, 26 Apr 2026 09:17 WIB | Umum

Soroti Muktamar NU 2026, Gus Ulib Minta PCNU-PWNU Tak Pilih Tokoh Rezim Konflik

Lingkaran.net - Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) semakin memanas. Sejumlah nama mulai bermunculan sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus ...