x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

6,3 Juta Konten Judi Diblokir Kemkomdigi, Kominfo Jatim: Masalah Kita Semua

Avatar Redaksi

Headline

Surabaya, Lingkaran.net Maraknya kasus kecanduan judi online hingga masuk rumah sakit jiwa membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur angkat bicara.

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa persoalan judi online bukan hanya urusan pemerintah pusat semata, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

"Judi online masalah kita semua elemen masyarakat," ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (21/5/2025).

Ia menjelaskan, meski kewenangan utama untuk menelusuri dan memblokir aplikasi judi online ada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), masyarakat tetap punya peran penting.

"Penerintah pusat dalam hal ini yang bisa mendeteksi, menelusuri dan menutup aplikasi judi online. Termasuk berapa yang diblokir dan bagaimana penyebarannya," terang Sherlita.

Salah satunya, lanjut dia, dengan melapor lewat aduankonten.go.id, situs resmi milik pemerintah untuk mengadukan konten negatif.

“Kalau masyarakat menemukan situs atau aplikasi judi online, jangan diam. Laporkan lewat kanal resmi itu,” imbaunya.

[caption id="attachment_9292" align="aligncenter" width="300"]Konten perjudian yang diblokir per 20 Mei 2025 oleh Kemkomdigi. Konten perjudian yang diblokir per 20 Mei 2025 oleh Kemkomdigi.[/caption]

Data terbaru dari situs aduankonten.go.id menunjukkan, hingga 20 Mei 2025, sudah ada 6.339.707 konten perjudian yang diblokir oleh pemerintah pusat. Jumlah ini menjadi bukti nyata bahwa peredaran judi online sudah sangat masif.

Tak ingin tinggal diam, kata Sherlita, Pemprov Jatim juga telah mengeluarkan surat edaran resmi kepada seluruh Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur, meminta mereka segera mengambil langkah antisipatif.

Bahkan, ASN di lingkungan Pemprov Jatim juga telah diingatkan secara internal untuk tidak terlibat dalam praktik perjudian online.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa pemerintah hadir, tapi kerja sama dari warga juga sangat dibutuhkan,” tegas Sherlita.

Peringatan ini muncul tak lama setelah RSJ Menur Surabaya mengungkap lonjakan kasus pasien dengan gangguan akibat kecanduan judi online. Bahkan ada yang masih berusia 14 tahun.

Terpisah, Direktur RSJ Menur, drg. Vitria Dewi, M.Si, menyatakan bahwa jumlah ini menunjukkan tren peningkatan tajam, bahkan melampaui angka sepanjang tahun 2024 yang mencapai 68 kasus.

"Kami melihat kecenderungan angka ini akan terus naik seiring masifnya promosi judi online dan minimnya kontrol keluarga," ujarnya.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja kini juga menjadi korban. Rentang usia pasien sangat lebar, dari usia belasan hingga lansia berusia 70 tahun.

"Ada pasien yang datang sendiri, ada yang dibawa keluarga, bahkan ada yang masuk lewat IGD karena kondisi mentalnya sudah terguncang," imbuh Vitria. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Selasa, 10 Mar 2026 21:20 WIB | Politik & Pemerintahan

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Larangan Keras Mobil Dinas Dipakai Mudik Lebaran

Lingkaran.net - Pemprov Jawa Timur diminta kembali keluarkan larangan tegas penggunaan mobil dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Kebijakan tersebut dinilai ...
Selasa, 10 Mar 2026 20:10 WIB | Umum

BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG di Pamekasan, Sebut Paket Makanan Sebenarnya Lengkap

Lingkaran.net - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu ...
Selasa, 10 Mar 2026 13:46 WIB | Ekbis

Ketua Komisi C: Suntikan Modal Jamkrida Rp300 Miliar Belum Tentu Lolos

Lingkaran.net - Rencana Pemprov Jawa Timur untuk memperkuat permodalan PT Penjaminan Kredit Daerah Jawa Timur (Jamkrida Jatim) melalui penyertaan modal sebesar ...