x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim Minta Peran Aktif Kominfo Berantas Judi Online: Jangan Hanya Andalkan Pusat!

Avatar Redaksi

Politik & Pemerintahan

Surabaya, Lingkaran.net DPRD Jawa Timur meminta peran aktif Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim dalam menangani maraknya praktik judi online yang kian meresahkan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Budiono. Ia menilai, selama ini Kominfo Jatim terlalu bergantung pada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam mendeteksi dan memblokir situs-situs judi online.

Politikus Gerindra ini menyatakan bahwa seharusnya Kominfo Jatim tidak hanya menunggu laporan dari pusat, melainkan memiliki inisiatif dan strategi lokal untuk menelusuri serta mencegah penyebaran konten judi online, terutama yang menyasar warga Jawa Timur.

“Kalau semuanya hanya diserahkan ke pusat, lalu apa fungsi Kominfo Jatim? Kami butuh data, berapa situs judi yang tersebar di Jatim, bagaimana pola penyebarannya, dan sejauh mana dampaknya terhadap masyarakat,” ujar Budiono, Rabu (21/5/2025).

Ia menegaskan bahwa penanganan judi online harus menjadi kerja bersama lintas sektor, termasuk melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga pendidikan.

Budiono menyebutkan, penyebaran situs judi kini semakin masif dan menyasar generasi muda melalui media sosial dan aplikasi mobile.

“Saat ini, judi online tidak hanya merugikan ekonomi masyarakat, tapi juga mengancam masa depan generasi muda. Kami tidak bisa menunggu sampai pusat bertindak. Harus ada tindakan nyata dari Pemprov Jatim,” tambahnya.

Menurutnya, Pemprov Jatim semestinya memiliki tim monitoring konten digital dan bekerja sama dengan platform digital, operator internet, serta tokoh masyarakat untuk melakukan edukasi dan pemblokiran dini terhadap konten berbahaya.

Ia juga mendorong Gubernur melalui Kominfo Jatim agar segera menyusun peta jalan (roadmap) pemberantasan judi online berbasis lokal, termasuk mengembangkan sistem pelaporan cepat dari masyarakat.

“Jangan sampai kita bicara soal digitalisasi dan AI, tapi masalah klasik seperti judi online justru tak terdeteksi di wilayah kita sendiri,” tutupnya.

Sementara, Data terbaru dari situs aduankonten.go.id milik Kemkomdigi menunjukkan, hingga 20 Mei 2025, sudah ada 6.339.707 konten perjudian yang diblokir oleh pemerintah pusat. Jumlah ini menjadi bukti nyata bahwa peredaran judi online sudah sangat masif.

Apalagi, RSJ Menur Surabaya merawat 51 orang kecanduan judi online. Mirisnya lagi, pasien yang dirawat ada yang berusia 14 tahun. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 22:47 WIB | Jeda Ngopi

Hari Seniman Internasional 2026: Seni Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Suara Zaman

Lingkaran.net - Sebuah lukisan bisa menyimpan cerita yang tak terucapkan. Sebuah lagu mampu menghidupkan kembali kenangan. Sementara sebuah tarian dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 18:52 WIB | Olahraga

Atlet Jatim Sumbang 13 Medali di Asian Para Games 2026

Lingkaran.net - Atlet-atlet disabilitas Jawa Timur menunjukkan tajinya di panggung olahraga Asia. Sembilan atlet asal provinsi ini menyumbangkan 13 medali ...
Minggu, 25 Okt 2026 17:08 WIB | Hype

Gandrung Sewu 2026 Banyuwangi Masuk KEN untuk Kelima Kalinya

Lingkaran.net - Kegelapan malam di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, mendadak berubah menjadi panggung budaya yang memikat. Ribuan pasang mata terpaku ketika ...