6 Tahun Nawa Bhakti Satya: Dindik Jatim Gelontorkan Rp1,2 Triliun, Prestasi Siswa Melejit Tembus PTN dan Luar Negeri

Reporter : Alkalifi Abiyu
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai

Lingkaran.net - Memasuki tahun keenam implementasi program Nawa Bhakti Satya Jatim Cerdas, Dinas Pendidikan Jawa Timur memaparkan capaian strategis di sektor pendidikan.

Mulai dari pembiayaan siswa, revitalisasi sarana prasarana, penguatan sekolah ketarunaan, hingga kewirausahaan guru dan siswa menjadi fokus pembangunan sumber daya manusia di provinsi ini. 

Baca juga: Genap Setahun Khofifah–Emil, DPRD Nilai Program Pemprov Jatim Tepat Sasaran

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan besarnya jumlah satuan pendidikan di Jawa Timur menuntut strategi pemerataan akses dan peningkatan mutu berjalan simultan. 

“Dengan jumlah satuan pendidikan yang besar, strategi pemerataan dan peningkatan mutu harus berjalan beriringan,” ujar Aries, Minggu (22/2/2026). 

Saat ini, Jawa Timur memiliki 439 SMA negeri dan 1.083 SMA swasta, serta 299 SMK negeri dan 1.868 SMK swasta. Skala tersebut, menurut Aries, membutuhkan pengelolaan anggaran yang terukur dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. 

Pembiayaan Capai Triliunan Rupiah 

Di sektor pembiayaan, Bantuan Siswa Miskin (BSM) terealisasi sebesar Rp46,826 miliar untuk 46.826 siswa. Program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) mencapai Rp1,274 triliun bagi 1.312.512 siswa di 4.058 SMA, SMK, dan SLB. 

Sementara BOSDA Madin disalurkan Rp198,5 miliar untuk 111.785 siswa ula dan wusta di 38 kabupaten/kota. 

Angka tersebut menunjukkan komitmen Pemprov Jatim dalam memastikan akses pendidikan tetap terbuka, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu. 

Revitalisasi Infrastruktur dan Sekolah Taruna 

Di bidang sarana prasarana, revitalisasi gedung sekolah tidak layak menyasar 215 SMA dengan anggaran Rp170,8 miliar, 175 SMK Rp544,4 miliar, serta 67 SLB Rp56,3 miliar. Pada 2025, rehabilitasi ruang kelas dilakukan di 119 SMA senilai Rp54,4 miliar, 86 SMK Rp27,3 miliar, dan SLB Rp13,4 miliar. 

“Perbaikan infrastruktur menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak,” kata Aries. 

Dindik Jatim juga menambah satu sekolah ketarunaan, yakni SMAN Taruna 2 Pamong Praja Bojonegoro. Dengan penambahan ini, total terdapat enam SMAN Taruna di Jawa Timur yang difokuskan pada pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa. 

Baca juga: Anggaran Elektrifikasi Nyaris Rp8 Miliar, DPRD Jatim Soroti Validitas Data Penerima

“Sekolah ketarunaan ini kami desain untuk penguatan karakter, bukan sekadar capaian akademik,” ujarnya. 

Prestasi Nasional dan Akses PTN 

Dari sisi prestasi, Jawa Timur mencatatkan diri sebagai juara umum LKSN nasional tiga kali berturut-turut, serta juara umum O2SN, FLS3N, dan OPSI. Selama enam tahun terakhir, Jatim juga menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT. 

Dari enam SMAN Taruna, sebanyak 249 siswa lolos PTN, 327 diterima di sekolah kedinasan, 79 di perguruan tinggi swasta, dan 8 di perguruan tinggi luar negeri. 

Dorong Kemandirian Lewat SIKAP dan Double Track 

Program SIKAP diikuti 754 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta melalui kegiatan pertanian dan peternakan berbasis sekolah. Sementara program SMA Double Track melibatkan 9.600 siswa di 144 lembaga, dengan total akumulasi pendapatan unit usaha siswa hingga September 2025 mencapai Rp4,7 miliar. 

Baca juga: Baznas Jatim Targetkan Zakat Ramadan 2026 Tembus Rp7 Miliar

Adapun Program Terapan Ekonomi Kreatif Guru (Proteg) ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi guru honorer melalui pendampingan berkelanjutan. 

“Proteg dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi guru honorer tanpa mengurangi profesionalisme mereka sebagai pendidik,” tegas Aries. 

Sebagai bentuk apresiasi, pada peringatan Hari Guru Nasional, bantuan sosial bedah rumah diberikan kepada 20 guru dengan nilai Rp20–25 juta per orang. 

Dalam ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025, tercatat 24.626 pendaftar yang menghasilkan 19.720 karya inovasi pendidikan, dengan 30 karya terpilih. 

Berdasarkan data Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Jawa Timur melaporkan 1.723 inovasi pendidikan atau sekitar 29 persen dari total laporan inovasi pendidikan nasional. 

“Capaian ini akan terus kami evaluasi agar benar-benar berdampak pada pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur,” pungkas Aries.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru