Lingkaran.net - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menyeret sejumlah pihak. Salah satu nama yang ikut terjaring dalam operasi senyap tersebut adalah Muhammad Fikri Thobari, yang menjabat sebagai Bupati Rejang Lebong.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Fikri Thobari merupakan bupati untuk periode 2025–2029. Ia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
Baca juga: KPK OTT Bupati Rejang Lebong Bengkulu, Amankan Uang Tunai dari Dugaan Suap
Fikri Thobari lahir di Baturaja pada 4 Februari 1981. Dalam perjalanan karier politiknya, ia dikenal sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN).
Sebelum menjabat sebagai kepala daerah, ia dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah PAN Kabupaten Rejang Lebong sejak 2019.
Menang Pilkada Rejang Lebong 2024
Pada Pilkada Rejang Lebong 2024, Fikri Thobari maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Hendri. Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan 63.691 suara atau sekitar 44,07 persen dari total suara sah.
Kemenangan tersebut mengantarkan Fikri Thobari menjabat sebagai Bupati Rejang Lebong periode 2025–2029 dan memimpin pemerintahan di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.
Latar Belakang Pendidikan
Dalam hal pendidikan, Fikri Thobari menempuh pendidikan dasar hingga menengah di wilayah Curup.
Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 04 Nakau pada 1992, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 02 Curup dan lulus pada 1995.
Pendidikan menengah atas ditempuh di MAN 2 Curup dan diselesaikan pada 1998.
Untuk pendidikan tinggi, Fikri meraih gelar sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang pada 2006. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Prof Dr Hazairin Bengkulu dan menyelesaikannya pada 2023.
Baca juga: Kasus Korupsi Fadia Arafiq Makin Terang, KPK Sebut Direktur PT RNB adalah ART
Latar belakang akademiknya di bidang ekonomi dan administrasi publik turut memengaruhi kiprahnya dalam organisasi, dunia usaha, hingga pemerintahan.
Aktif di Organisasi Bisnis
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Fikri Thobari aktif di berbagai organisasi bisnis dan kemasyarakatan.
Ia pernah menjabat sebagai sekretaris business development service di STIM AMKOP Palembang pada periode 2002–2004. Selain itu, ia juga aktif di sektor properti dan pengembangan kawasan.
Pada 2014, Fikri menjadi Sekretaris Komisariat Curup Real Estate Indonesia (REI) hingga 2016. Karier organisasinya berlanjut ketika ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Provinsi Bengkulu pada periode 2016–2019.
Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Provinsi Bengkulu sejak 2019.
Baca juga: Pesan Keras Golkar usai Bupati Pekalongan Fadia Kena OTT KPK
Bahkan, di tingkat nasional ia dipercaya sebagai Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Permukiman Dewan Pimpinan Pusat Himperra untuk periode 2024–2028.
Selain itu, Fikri juga aktif di dunia usaha sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Rejang Lebong sejak 2021.
Perjalanan Politik yang Kini Diuji
Perjalanan karier Fikri Thobari menunjukkan proses panjang dari aktivis organisasi, pengusaha, hingga akhirnya menjadi kepala daerah.
Namun, perjalanan tersebut kini menghadapi ujian serius setelah ia terjaring operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Bengkulu.
Hingga kini, lembaga antirasuah masih melakukan pemeriksaan intensif terkait dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat sejumlah pihak dalam operasi tersebut.
Editor : Setiadi