Waspada Hoaks Krisis Energi, DPRD Jatim Minta Warga Tak Telan Mentah Informasi Medsos 

Reporter : Alkalifi Abiyu
Blegur Prijanggono, Wakil Ketua DPRD Jatim

Lingkaran.net - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial terkait isu krisis energi global.

Warga diminta lebih bijak dengan melakukan verifikasi atau crosscheck sebelum mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. 

Baca juga: Misi Dagang Jatim Tembus Rp16,3 Triliun, Ekspor Melejit 16,61 Persen

“Jangan langsung percaya informasi di medsos. Harus dicek dulu kebenarannya,” ujar Bleggur, Senin (30/3/2026). 

Politisi Partai Golkar Jawa Timur itu menilai, derasnya arus informasi di media sosial kerap disusupi kabar tidak akurat hingga hoaks yang berpotensi memicu kepanikan publik.  

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, menurutnya, ketenangan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah. 

Di sisi lain, ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama para pemangku kepentingan, termasuk Pertamina, untuk mengambil langkah strategis dalam mengantisipasi dampak krisis energi.  

Upaya tersebut dinilai penting guna mencegah terjadinya kelangkaan yang bisa berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. 

Baca juga: Susunan Anggota Pansus LKPJ Gubernur Khofifah 2025, Masa Kerja 30 Hari

“Kami berharap Pemprov benar-benar melakukan antisipasi, termasuk soal potensi kelangkaan. Stakeholder terkait harus bergerak bersama. Saya lihat mulai ada penataan,” tegasnya. 

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu lebih selektif dalam menyaring informasi, terlebih di tengah meningkatnya kekhawatiran global akibat krisis energi yang melanda berbagai negara. 

Lebih lanjut, Bleggur menekankan pentingnya perhatian terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi potensi krisis global. Menurutnya, sektor UMKM menjadi tulang punggung ekonomi rakyat yang harus dijaga keberlangsungannya. 

“UMKM ini yang menghidupkan ekonomi masyarakat kecil. Mereka harus mendapat perhatian serius,” ujarnya. 

Baca juga: Komisi E DPRD Jatim 'Pasang Rem' di Proyek Dinkes Rp22,9 Miliar

Seperti diketahui, proyeksi ekonomi global pada 2026 menunjukkan adanya potensi tekanan akibat ketegangan geopolitik, krisis energi, hingga kelangkaan chip berbasis kecerdasan buatan.  

Kondisi tersebut berisiko memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara, bahkan berpotensi menjerumuskan ke jurang resesi. 

Meski demikian, Indonesia diperkirakan masih mampu bertahan dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,8 hingga 5 persen. Daya tahan tersebut ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, meskipun tetap menghadapi tekanan dari dinamika global.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru