Lingkaran.net - Kekalahan tak selalu menjadi akhir perjuangan. Bagi Fadil Surya Atmaja, justru pengalaman pahit itu menjadi bahan bakar untuk bangkit dan membuktikan kemampuan.
Siswa kelas VI UPT SDN Kebonsari 1 Tuban tersebut sukses meraih juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang bulu tangkis nomor tunggal putra tingkat Provinsi Jawa Timur. Berkat prestasi tersebut, Fadil kini berhak mewakili Jawa Timur pada O2SN tingkat nasional.
Baca juga: Kisah Anak Petani dari Bojonegoro Jadi Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Prestasi membanggakan itu diraih dalam ajang O2SN SD tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di GOR Suryanaga, Surabaya, Kamis (2/7/2026). Atlet binaan PB Jhavanica Tuban ini tampil impresif sejak babak awal hingga partai final, mengalahkan para wakil terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Di balik gelar juara itu tersimpan kisah perjuangan yang penuh semangat. Lawan yang dihadapi Fadil di semifinal maupun final ternyata adalah pemain yang pernah mengalahkannya pada turnamen sebelumnya.
Alih-alih merasa gentar, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi besar untuk membalas kekalahan dengan prestasi.
"Saya pernah kalah dari lawan yang saya hadapi di semifinal dan final. Itu justru membuat saya lebih semangat," ujar Fadil.
Fadil mengaku sangat bersyukur atas keberhasilannya menjadi juara. Namun, baginya pencapaian ini bukan garis akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.
"Saya sangat bangga. Ini menjadi motivasi untuk latihan lebih keras lagi menuju tingkat nasional," katanya.
Perjalanan Fadil di dunia bulu tangkis dimulai sejak 2021. Sejak saat itu, ia harus rela mengurangi waktu bermain bersama teman-temannya demi menjalani latihan secara disiplin. Ketekunan tersebut perlahan membuahkan hasil hingga mengantarkannya menjadi wakil terbaik Jawa Timur.
Baca juga: Drone Pintar Bayucaraka ITS Sabet Juara di Singapura
Kesuksesan Fadil juga tidak lepas dari peran besar sang ayah, Dwi Martanto, yang sekaligus menjadi pelatihnya. Dwi mengungkapkan, awalnya ia mengenalkan bulu tangkis kepada putranya agar tidak terlalu sering menghabiskan waktu bermain telepon genggam.
"Awalnya supaya anak tidak terlalu sering main HP. Setelah terlihat punya bakat, saya masukkan ke klub. Saya juga membuat lapangan bulu tangkis outdoor di rumah untuk tambahan latihan," ungkap Dwi.
Menurutnya, latihan Fadil tidak hanya berlangsung di klub. Setiap evaluasi dari pelatih selalu dilanjutkan dengan latihan tambahan di rumah agar kemampuan putranya terus berkembang.
Menjalani peran sebagai ayah sekaligus pelatih bukan perkara mudah. Dwi harus bersikap tegas, termasuk memberikan porsi latihan fisik yang cukup berat demi membentuk mental dan kemampuan bertanding Fadil.
Baca juga: Raih 2 Emas ASEAN Para Games 2025, Atlet Muda Siti Aisyah Ingin Berangkatkan Orang Tua Umrah
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, KKGO Tuban, UPT SDN Kebonsari 1, para guru, hingga seluruh pelatih yang ikut membimbing perjalanan putranya.
"Terima kasih kepada Dinas Pendidikan, KKGO Tuban, Bapak Ibu Guru SDN Kebonsari 1 yang hadir langsung memberi dukungan di Surabaya, serta semua pelatih yang pernah membimbing Fadil," tuturnya.
Menghadapi O2SN tingkat nasional, Dwi memastikan persiapan akan langsung dimulai. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemampuan Fadil agar mampu bersaing di level tertinggi.
"Setelah ini kami langsung latihan lagi dengan porsi yang lebih maksimal. Mohon doa dari seluruh masyarakat Tuban agar Fadil bisa memberikan hasil terbaik di tingkat nasional," pungkasnya.
Editor : Setiadi