Lingkaran.net – Tata kelola keuangan yang baik menjadi fondasi utama terciptanya pemerintahan desa yang akuntabel dan berintegritas. Karena itu, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Workshop Tata Kelola Keuangan Desa bagi kepala desa, bendahara desa, dan perangkat Kecamatan Bungah di Kantor Kecamatan Bungah, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 69 peserta tersebut dibuka oleh Camat Bungah, Muh. Izzul Muttaqin, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kualitas tata kelola keuangan mencerminkan kualitas pemerintahan desa.
Baca juga: Pengabdian Masyarakat ke Gresik, Untag Surabaya Bawa Misi Transfer pengetahuan dan Budaya
"Tata kelola keuangan menjadi ujung tombak desa. Desa yang mampu mengelola keuangannya dengan baik menunjukkan tata kelola pemerintahan yang baik pula," ujarnya.
Menurut Izzul, aparatur desa dituntut memiliki integritas sekaligus kehati-hatian dalam mengelola anggaran. Ia mengingatkan bahwa setiap kesalahan administrasi, sekecil apa pun, berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum apabila tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia juga menyoroti keterbatasan dana desa yang mengharuskan pemerintah desa menyusun perencanaan secara lebih matang. Program yang dijalankan harus benar-benar berpihak kepada masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata.
Menjawab tantangan tersebut, Untag Surabaya menghadirkan Guru Besar Bidang Keuangan sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., untuk memberikan penguatan mengenai prinsip-prinsip pengelolaan keuangan desa yang akuntabel.
Baca juga: Untag Surabaya Terjunkan 30 Dosen dan 1.307 Mahasiswa ke Gresik, Ini Tujuannya
Prof. Slamet menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan merupakan instrumen penting dalam mewujudkan *good governance*. Menurutnya, setiap penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi sumber penerimaan maupun pemanfaatannya bagi kepentingan masyarakat.
"Kebutuhan masyarakat tidak terbatas, sementara sumber daya yang tersedia terbatas. Karena itu, pengelolaan keuangan harus dilakukan secara tepat agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara efektif dan akuntabel," jelasnya.
Ketua Pelaksana, Eko April Ariyanto, S.Psi., M.Psi., mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari Program Inovasi Peningkatan Kualitas Aparatur Desa yang dikembangkan Untag Surabaya dalam rangkaian Program Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Gresik.
Baca juga: Mahasiswa Untag Surabaya Ajari Anak-anak PAUD Benowo Menanam Bibit Tanaman Hias dan Sayur
Selain Workshop Tata Kelola Keuangan di Kecamatan Bungah, Untag Surabaya juga akan menggelar Workshop Kewirausahaan bagi Karang Taruna di Kecamatan Sidayu pada 10 Juli 2026. Seluruh peserta akan memperoleh pendampingan lanjutan melalui pembelajaran luring dan daring selama 20 jam.
Program pemberdayaan masyarakat Untag Surabaya dilaksanakan pada 6–17 Juli 2026 sebagai bentuk dukungan perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas aparatur desa dan percepatan pembangunan di Kabupaten Gresik.
Editor : Trisna Eka Aditya