Lingkaran.net - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi sebanyak sempat kali pada hari ini, Jumat (20/3/2026), atau hari sebelum Idulfitri 2026.
Berdasarkan situs resmi, Magma Indonesia milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), erupsi terjadi pada 05.26 WIB, 06.40 WIB, 12.51 WIB, dan 12.52 WIB.
Erupsi pertama pada 05.26 WIB terjadi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1000 meter di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
Erupsi kedua pada 06.40 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak (kurang lebih 4176 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik.
"Erupsi ketiga terjadi pada 12.51 WIB dan 12.52 WIB. Namun, visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," sebagaimana dikutip melalui situs Magma Kementerian ESDM, dikutip Jumat (20/3/2026).
Dalam hal ini, rekomendasi yang diberikan adalah tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selanjutnya, tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Terakhir, mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Editor : Setiadi