Lingkaran.net - Kabupaten Tulungagung tampil bersolek menjadi tuan rumah ajang bergengsi dunia olahraga. Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) I Woodball Jawa Timur 2026 resmi dibuka di Gelora Pojok Raya, Jumat (3/4), menandai dimulainya panggung pencarian talenta terbaik woodball di Bumi Penataran.
Ajang perdana ini langsung menyedot perhatian pecinta olahraga woodball se-Jawa Timur. Sebanyak 23 kabupaten/kota ambil bagian dengan mengirimkan total 431 atlet terbaik.
Mereka akan bersaing sengit dalam dua nomor utama, yakni stroke dan fairway, selama tiga hari hingga 5 April 2026.
Atmosfer kompetisi dipastikan berlangsung ketat. Selain menjadi kejuaraan provinsi pertama, ajang ini juga menjadi barometer kemampuan atlet daerah.
Para peserta tidak hanya dituntut unggul secara teknik, tetapi juga memiliki konsentrasi tinggi dan ketenangan mental, dua faktor kunci dalam olahraga woodball.
Pemilihan Gelora Pojok Raya sebagai venue dinilai sangat ideal. Lapangan hijau yang luas dan tertata rapi menghadirkan suasana kompetisi yang kompetitif sekaligus nyaman, mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di level nasional hingga internasional.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Woodball Jawa Timur, Mohammad Ali Kuncoro, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung atas dukungan penuh sebagai tuan rumah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang telah menjadi tuan rumah luar biasa. Dukungan fasilitas dan keramahan yang diberikan menjadi fondasi utama suksesnya kejuaraan ini,” ujarnya.
Pria yang juga Sekretaris DPRD Jatim ini juga mengingatkan seluruh atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.
Menurutnya, kemenangan sejati tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari kejujuran dan kehormatan dalam setiap pertandingan.
Melalui Kejurprov I ini, diharapkan lahir bibit-bibit atlet woodball potensial yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur di kancah yang lebih tinggi.
Editor : Setiadi