x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Fraksi Golkar Ultimatum BUMD Jatim: Benahi Atau Dibubarkan

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim membongkar sejumlah persoalan mendasar pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur. Mulai dari minimnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga ketidakseimbangan antara besarnya penyertaan modal dengan hasil yang diperoleh.  

Tak hanya itu, Golkar juga mendesak langkah tegas, termasuk opsi pembubaran bagi BUMD yang tak kunjung menunjukkan kinerja sehat. 

Hal itu disampaikan juru bicara Fraksi Golkar, Freddy Poernomo dalam sidang pembahasan laporan Panitia Khusus (Pansus) kinerja BUMD, Selasa (5/5/2026). 

Ia menegaskan, hasil evaluasi Pansus menemukan berbagai persoalan mendasar yang tidak bisa lagi diabaikan. 

“Fakta yang ditemukan menunjukkan adanya kesenjangan nyata antara laporan kinerja di atas kertas dengan kondisi riil di lapangan,” tegasnya. 

Tak hanya itu, Fraksi Golkar juga menyoroti ketimpangan antara besarnya penyertaan modal daerah dengan kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih minim. 

Padahal, secara regulasi mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017—BUMD dibentuk untuk memberikan manfaat ekonomi sekaligus menghasilkan keuntungan bagi daerah. 

“Kalau kontribusinya kecil, bahkan menjadi beban APBD, maka BUMD tersebut layak ditinjau ulang, bahkan disolusi,” ujarnya. 

DPRD mencatat, dari total sembilan BUMD yang dimiliki Pemprov Jatim, sebagian masih menghadapi persoalan serius, mulai dari kinerja bisnis yang tidak optimal, pemanfaatan aset yang belum maksimal, hingga lemahnya manajemen dan kompetensi sumber daya manusia. 

Tak kalah mencolok, Fraksi Golkar juga menyinggung tingginya biaya operasional, termasuk gaji direksi dan komisaris, yang dinilai tidak sebanding dengan produktivitas perusahaan.  

Selain itu, ditemukan pula tumpang tindih fokus bisnis antar BUMD yang berpotensi menghambat efektivitas kinerja. 

Atas kondisi tersebut, kata Freddy, Pansus DPRD Jatim merekomendasikan langkah tegas kepada Gubernur Jawa Timur selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk segera mengambil keputusan strategis, termasuk opsi restrukturisasi hingga pembubaran (disolusi) BUMD bermasalah. Bahkan, langkah tersebut diminta dituntaskan paling lambat akhir 2026. 

Fraksi Golkar pun menyatakan sejalan dengan seluruh rekomendasi Pansus dan mendesak agar Pemprov tidak lagi berada pada posisi “menunggu dan melihat”. 

“Tidak bisa lagi ada pembiaran. Pemprov harus segera bertindak, bukan sekadar menerima laporan dengan capaian minimal,” tegas Freddy. 

Selain itu, DPRD juga meminta pengawasan diperketat, khususnya oleh Komisi C DPRD Jatim, serta melibatkan aparat pengawas dan auditor guna memastikan rekomendasi berjalan efektif.

Artikel Terbaru
Rabu, 30 Sep 2026 21:31 WIB | Umum

Gerindra Jatim Tegas soal 3 Kader Diamankan Kasus Narkoba di Surabaya

Lingkaran.net - DPD Partai Gerindra Jawa Timur menyatakan menghormati proses hukum terhadap tiga kadernya yang disebut ikut diamankan polisi dalam ...
Rabu, 30 Sep 2026 15:24 WIB | Umum

3 Wakil Rakyat Gerindra di Jatim Diamankan di Hotel Surabaya, Polisi Temukan Sabu dan Ekstasi

Lingkaran.net - Penggerebekan sebuah kamar hotel di Surabaya pada Senin (28/9/2026) dini hari mengungkap fakta mengejutkan. Dari delapan orang yang diamankan ...
Rabu, 30 Sep 2026 09:46 WIB | Hype

Khofifah Ajak Warga Jatim Kenang G30S, Merah Putih Setengah Tiang Hari Ini

Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Jawa Timur mengikuti ketentuan pengibaran Bendera Merah Putih pada dua ...