x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Meitri Menembus Batas Kemustahilan di Kursi DPR RI: Suara Muda untuk Energi dan Lingkungan

Avatar Redaksi

Nasional

Jakarta, Lingkaran.net Perjalanan hidup Meitri Citra Wardani adalah bukti bahwa impian besar bisa diraih dengan langkah-langkah kecil dan penuh keyakinan.

Lahir dari keluarga pengusaha, Meitri yang kini berusia 30 tahun memilih jalur yang tidak biasa. Ia menolak berada di bawah bayang-bayang keluarganya.

“Saya ingin dikenal karena kerja keras saya, bukan nama besar keluarga,” tegasnya ketika ditemui di ruang Fraksi PKS DPR RI, Rabu (6/11).

Kini, ia duduk di Komisi XII DPR RI, mewakili Dapil Jawa Timur VIII. Di usianya yang relatif muda, Meitri telah menapaki perjalanan yang menginspirasi banyak orang.

Langkah Awal yang Tak Biasa

Siapa sangka seorang anggota DPR RI pernah merasakan kerasnya jalanan sebagai sopir taksi? Selepas kuliah di Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Meitri memutuskan mencoba profesi ini.

“Saya menikmati setiap detiknya. Mengemudi taksi mengajarkan saya disiplin, kesabaran, dan menghargai setiap usaha kecil,” kenangnya sambil tersenyum.

Namun, Meitri tak berhenti di situ. Ia juga menjajal dunia jurnalistik, bekerja sebagai wartawan di media lokal. “Wartawan itu pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka yang menginformasikan kebenaran kepada publik,” ungkapnya penuh semangat.

Memulai Perjalanan Politik

Terjun ke dunia politik adalah langkah berikutnya. Tahun 2019, Meitri terpilih sebagai anggota DPRD Karawang. Di sinilah ia mulai dikenal sebagai politisi muda yang vokal dan berintegritas. Perjalanan itu membawanya ke Senayan pada 2024, membawa aspirasi warga Jawa Timur.

Tantangan di kancah nasional tidaklah mudah. “Persaingan sangat ketat. Ada juga serangan kampanye hitam. Tapi saya percaya, jika kita jujur dan bekerja keras, kebenaran akan menang,” katanya tegas.

Suara untuk Energi dan Lingkungan

Sebagai anggota Komisi XII, Meitri bertanggung jawab atas isu-isu krusial seperti energi, lingkungan hidup, dan investasi. Ia berupaya mendorong kebijakan yang pro-rakyat, terutama untuk mengatasi krisis energi di daerah pemilihannya.

“Ayah saya asli Mojokerto, ibu dari Jawa Barat. Sebagai wakil rakyat dari Jatim, saya merasa pulang ke akar saya,” ungkapnya bangga.

Prinsip Tanpa Janji Kosong

Di tengah godaan politik uang dan janji-janji kampanye yang sering kosong, Meitri memilih pendekatan berbeda.

“Saya tidak pernah menjanjikan apa yang tidak bisa saya tepati. Masyarakat butuh pemimpin yang jujur, bukan yang sekadar manis di mulut,” tegasnya.

Ia percaya bahwa pemimpin harus menjadi teladan, tidak hanya dalam kata-kata, tetapi juga tindakan.

“Saya fokus pada apa yang bisa saya lakukan sekarang, bukan janji-janji besar yang sulit direalisasikan,” tambahnya.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kisah hidup Meitri Citra Wardani adalah pelajaran penting bagi generasi muda. Bahwa latar belakang, apapun itu, tidak pernah membatasi langkah seseorang.

Dari sopir taksi hingga menjadi wakil rakyat, Meitri membuktikan bahwa kerja keras dan integritas adalah kunci utama kesuksesan.

“Setiap perjalanan pasti dimulai dari langkah pertama. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar,” tutupnya dengan senyum optimis. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Sabtu, 23 Mei 2026 17:50 WIB | Edukasi

PNM Mengajar Masuk SMKN 10 Surabaya, Bekali Siswa Mental Wirausaha

Para siswa SMK memiliki posisi yang unik dalam dunia pendidikan. Mereka dipersiapkan untuk lebih cepat mengenal dunia kerja, beradaptasi dengan industri, ...
Sabtu, 23 Mei 2026 12:20 WIB | Hype

Westlife Konser di GBK Indonesia 2027, Ini 10 Lagu Hits Wajib Dihafal

Lingkaran.net - Westlife dikabarkan akan melaksanakan konser di Indonesia pada 23 Januari 2027. Konser bertajuk “Westlife 25: The Anniversary World Tour” ini ak ...
Sabtu, 23 Mei 2026 11:30 WIB | Politik & Pemerintahan

Reses di Sidotopo Wetan, Saifuddin Soroti Akses Sekolah Negeri hingga Keluhan Curanmor

Kota Surabaya sebagai kota metropolitan ternyata masih menyimpan sejumlah persoalan krusial bagi warganya. Berbagai hal mulai dari pendidikan, penertiban PKL ...