Lingkaran.net - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk menjadikan momen Hari Pahlawan 10 November 2025 sebagai refleksi untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui karya dan aksi nyata.
Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan mengusung tema “Pahlawanku, Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”. Menurut Sri Wahyuni, tema tersebut menjadi ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dan terus maju mengisi kemerdekaan dengan optimisme menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Susunan Anggota Pansus LKPJ Gubernur Khofifah 2025, Masa Kerja 30 Hari
“Pahlawan bukan hanya mereka yang gugur di medan perang, tapi juga mereka yang berani bermimpi, berani bertindak, dan berkomitmen untuk membawa perubahan,” ujar Sri Wahyuni, Senin (10/11/2025).
Ia menegaskan, generasi muda saat ini memiliki peran besar sebagai penerus obor perjuangan bangsa. Baik yang berjuang di bidang pendidikan, seni, teknologi, maupun sosial, semuanya berkontribusi dalam membangun masa depan Indonesia.
Lebih lanjut, politisi Demokrat ini menyampaikan tiga pesan penting bagi generasi muda pewaris peradaban. Pertama, kata dia, jadilah pahlawan versi diri sendiri yakni berintegritas, peka terhadap sesama, dan berani mengambil sikap.
Baca juga: Waspada Hoaks Krisis Energi, DPRD Jatim Minta Warga Tak Telan Mentah Informasi Medsos
Kedua, lanjutnya, hormati perjuangan para pendahulu, namun jangan berhenti pada penghormatan semata, lanjutkan dengan aksi nyata.
"Dan ketiga gunakan kompetensi dan potensi diri untuk memberi dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan bangsa," bebernya.
Baca juga: Komisi E DPRD Jatim 'Pasang Rem' di Proyek Dinkes Rp22,9 Miliar
“Mari kita isi kemerdekaan bukan dengan hura-hura, tapi dengan karya yang nyata dan bermakna,” tambahnya.
Sri Wahyuni berharap momentum Hari Pahlawan ini menjadi inspirasi bagi seluruh anak muda untuk terus berjuang dan berkontribusi, baik di level lokal maupun nasional, agar Indonesia semakin maju, mandiri, dan berdaulat.
Editor : Setiadi