Prototype Digital Sarpras K-12 Diluncurkan, Dorong Efisiensi dan Transparansi Tata Kelola Sekolah

Reporter : Trisna Eka Aditya
Tim Abdimas Universitas Ciputra saat menyerahkan prototipe digital sarpras kepada Sskolah Cita Kasih

Lingkaran.net – Kebutuhan pengelolan sarana dan prasarana (Sarpras) di sekolah menjadi hal yang penting bagi setiap sekolah. Inventarisasi aset yang terintegrasi secara digital menjadi hal yang mutlak dilakukan guna efisiensi dan akuntabilitas dalam tata sekolah modern. 

Untuk menjawab hal itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dari Universitas Ciputra Surabaya secara resmi menyerahkan dan mengimplementasikan prototype inovasi Operasional Edukasi Nasional untuk optimalisasi sarpras di Sekolah Citra Kasih Samarinda. 

Baca juga: Mahasiswa Ini Ciptakan Alat Deteksi TBC Berbasis Suara Batuk, Sensitivitas Tembus 76 Persen

Ketua Program Abdimmas Universitas Ciputra Dr. Eric Harianto mengungkapkan, melalui penyerahan prototype ini, Tim Abdimas ingin membentuk kolaborasi akademik dalam memperkuat tata kelola fasilitas pendidikan K-12 berbasis sistem, teknologi dan berkelanjutan. 

"Tools Optimalisasi Nasional diserahkan kepada Principal Sekolah Christina Restituta dan jajarannya Havilla Dea, Lintang Dewangga, Yulia Dewi, Welda Ayu, Antonius Endi sebagai protoype Optimalisasi Edukasi di Indonesia," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026). 

Sekolah Citra Kasih Samarinda yang berada di bawah naungan Yayasan Citra Berkat merupakan institusi pendidikan jenjang KB–TK–SD–SMP–SMA dengan jumlah 598 siswa dan telah terakreditasi A sejak tahun 2020. Berlokasi di kota yang berkembang sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara, sekolah ini memiliki potensi besar untuk bertumbuh sebagai model pendidikan modern yang tidak hanya unggul dalam kurikulum, tetapi juga kuat dalam manajemen operasional.

"Sekolah menghadapi tantangan dalam pengelolaan sarana dan prasarana, mulai dari sistem inventarisasi aset yang belum terintegrasi secara digital, pemeliharaan fasilitas yang masih bersifat reaktif, belum tersedianya monitoring penggunaan ruang secara real-time, hingga keterbatasan kapasitas manajerial dan digital dalam pengelolaan fasilitas," ungkapnya. 

"Koordinasi antarunit dalam pemanfaatan ruang dan aset juga menjadi perhatian, mengingat pentingnya efisiensi dan akuntabilitas dalam tata kelola sekolah modern," tambahnya.

Baca juga: Surabaya Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi Dunia, Gelar Dialog Kreatif di Universitas Ciputra

Menjawab kebutuhan tersebut, tim Abdimas merancang dan menyerahkan prototype manajemen sarpras yang mencakup sistem inventarisasi aset berbasis digital, dashboard monitoring pemanfaatan ruang dan fasilitas, standar operasional prosedur (SOP) terintegrasi, model preventive maintenance untuk pemeliharaan berkelanjutan, serta skema koordinasi lintas unit. 

Prototype ini memungkinkan pencatatan dan pelacakan aset secara real-time, meningkatkan efisiensi penggunaan ruang belajar dan laboratorium, meminimalkan benturan jadwal, serta mengurangi potensi kerusakan akibat kurangnya perencanaan pemeliharaan.

Implementasi prototype ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekolah, menekan biaya pemeliharaan jangka panjang, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan modern. 

"Program ini juga memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sarana prasarana, sehingga tata kelola sekolah menjadi lebih transparan, terstruktur, dan berkelanjutan," katanya.

Baca juga: ITS Kembangkan Paving Anti-Banjir Ramah Lingkungan dari Limbah PLTU

Selain memberikan manfaat langsung bagi sekolah mitra, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa terlibat aktif dalam observasi lapangan, analisis kebutuhan, hingga pendampingan implementasi sistem. Kolaborasi ini mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui pembelajaran di luar kampus, keterlibatan dosen dalam kegiatan eksternal, serta pemanfaatan hasil kerja akademisi oleh masyarakat.

Melalui inovasi operasional ini, Universitas Ciputra Surabaya dan Sekolah Citra Kasih Samarinda menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong transformasi tata kelola pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. 

"Prototype optimalisasi sarpras ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas internal sekolah, tetapi juga dapat menjadi model replikatif bagi sekolah-sekolah K-12 lainnya, khususnya di wilayah yang sedang berkembang pesat," tutupnya.

Editor : Trisna Eka Aditya

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru