Lingkaran.net - Lonjakan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Timur menjadi sorotan serius.
Tercatat sebanyak 750 kasus kecelakaan terjadi selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, atau meningkat tajam hingga 78 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Efisiensi Gaya Baru, ASN DPRD Jatim Terapkan WFH dan Smart Office
Data tersebut disampaikan Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto, saat melakukan pemantauan arus mudik di Situbondo, Jumat (27/3/2026).
“Selama Operasi Ketupat 2026, jumlah kecelakaan di Jawa Timur mencapai 750 kasus,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Khusnul Arif, mengaku prihatin atas lonjakan signifikan angka kecelakaan tersebut.
Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat yang mencapai sekitar 18 persen pada periode Lebaran tahun ini turut berkontribusi terhadap tingginya risiko di jalan raya.
“Kami sangat prihatin dengan kenaikan hingga 78 persen ini. Pergerakan kendaraan memang meningkat cukup tinggi, sehingga potensi risiko kecelakaan juga ikut membesar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Ia menilai, berbagai langkah strategis sebenarnya telah dilakukan oleh pemangku kepentingan, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga sinergi lintas instansi seperti Dinas Perhubungan dan kepolisian.
Baca juga: Misi Dagang Jatim Tembus Rp16,3 Triliun, Ekspor Melejit 16,61 Persen
Namun demikian, faktor kesadaran pengendara dinilai masih menjadi pekerjaan rumah utama.
“Kami melihat kolaborasi antarinstansi sudah berjalan. Tapi yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” tegasnya.
Khusnul mengimbau masyarakat Jawa Timur, khususnya para pengendara, untuk lebih disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu, batas kecepatan, serta penggunaan sabuk pengaman.
Selain itu, kondisi kendaraan juga harus dipastikan dalam keadaan prima sebelum digunakan, mulai dari pengecekan ban, rem, lampu hingga wiper. Pengendara juga diminta tetap fokus saat berkendara dan menghindari penggunaan telepon genggam.
Baca juga: Susunan Anggota Pansus LKPJ Gubernur Khofifah 2025, Masa Kerja 30 Hari
“Kalau mengantuk atau lelah, jangan dipaksakan. Manfaatkan rest area atau pos yang sudah disediakan,” pesan politisi NasDem ini.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik agar tetap fit, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Menurutnya, keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri. Ia optimistis, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, angka kecelakaan di Jawa Timur dapat ditekan ke depan.
“Kesadaran berlalu lintas harus terus ditumbuhkan. Mari kita mulai dari diri sendiri untuk patuh aturan dan bijak di jalan,” pungkasnya.
Editor : Setiadi