Lingkaran.net – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya tengah bersiap mengukir sejarah baru di tahun 2026. Sebanyak 44.638 anggota Pramuka dari tingkat Siaga hingga Pandega di seluruh Kota Pahlawan akan dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda dalam sebuah perhelatan akbar yang diproyeksikan memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia).
Ketua Harian Kwarcab Kota Surabaya, Siti Mariyam, menyatakan bahwa langkah ini merupakan terobosan inovatif di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, Pramuka Garuda bukan sekadar tingkatan kecakapan tertinggi, melainkan benteng bagi generasi muda dalam menghadapi pengaruh global.
Baca juga: Mendikdasmen Kaget Siswa Surabaya Sebut Soal TKA Mudah
"Kegiatan ini adalah solusi bagi pemuda Surabaya untuk membentuk watak sesuai jati diri bangsa. Melalui proses Pramuka Garuda, kita menghantarkan tunas-tunas bangsa menuju pintu gerbang Generasi Emas tahun 2045," tegas Siti Mariyam, Kamis (23/4/2026).
Acara puncak yang dijadwalkan pada Sabtu, 6 Juni 2026, ini akan dilaksanakan secara serentak di 5 titik wilayah dan 1 pusat sentral yang mencakup 31 kecamatan. Terdapat tiga kegiatan utama yang menjadi sorotan dalam pemecahan rekor tersebut, Basuh Kaki Orang Tua, Sebagai simbol pengabdian, bakti, dan pemuliaan terhadap orang tua.
Pengukuhan Pramuka Garuda, Pemberian penghargaan tertinggi atas kecakapan dan dedikasi anggota muda. Gelar Keterampilan Semaphore, Aksi masif yang menunjukkan kecakapan teknis kepramukaan.
Siti Mariyam menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini menerapkan prinsip transparansi dan pengabdian murni. Kwarcab Surabaya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Kemenag, hingga Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim memastikan tidak ada pungutan biaya apa pun dalam proses pemecahan rekor ini.
"Para pembina dan pelatih yang terlibat sebagai konsultan bekerja secara sukarela tanpa imbalan. Ini adalah wujud nyata semboyan Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana," tambahnya.
Dukungan luar biasa juga datang dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang menginstruksikan seluruh Gugus Depan (sekolah) untuk berpartisipasi aktif. Sementara itu, untuk keperluan perlengkapan pribadi seperti TKK dan TKU, wali murid dapat memenuhinya secara mandiri melalui berbagai kanal pilihan masing-masing.
Kegiatan ini berpijak kuat pada UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan Permendikbud No. 13 Tahun 2025 yang menegaskan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib. Selain itu, aturan teknis mengacu pada Jukran Pramuka Garuda (SK Kwarnas No. 038 Tahun 2017).
Hingga saat ini, progres persiapan panitia yang melibatkan lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) serta jajaran Kwaran dan Mabiran telah mencapai 70 persen.
Baca juga: Ledakan Nikah di Bulan Syawal, Layanan KUA Tetap Ngebut Meski WFA Berlaku
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, baik sekolah, orang tua, maupun instansi terkait yang memberikan dukungan moril dan materiil. Dengan puluhan ribu peserta yang sudah terdaftar, Surabaya siap menunjukkan kepada dunia bahwa karakter bangsa lahir dari disiplin Pramuka," pungkas Siti Mariyam.
Sementara itu, dukungan untuk mensukseskan pemecahan rekor muri juga datang dari Kementrian Agama Kota Surabaya. Bahkan kemenag Kota Surabaya juga menyatakan akan turut berpartisipasi dengan menerjunkan 10 ribu siswa.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Surabaya, Agus Yulianto, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, kegiatan Pramuka Garuda yang diinisiasi Kwartir Cabang (Kwarcab) Surabaya memiliki nilai edukatif yang kuat, terutama dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kami sangat mendukung, terutama dalam pencapaian rekor MURI melalui program Pramuka Garuda. Programnya menyentuh, seperti kegiatan membasuh kaki orang tua sebagai bentuk penghormatan. Itu menjadi tahapan awal sebelum menuju Pramuka Garuda,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kemenag siap mengerahkan ribuan siswa madrasah untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Hal ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menyukseskan target pemecahan rekor MURI yang tengah dicanangkan.
Baca juga: Daftar Doa yang Dianjurkan untuk Peserta TKA
“Permintaan dari kuarter itu sekitar 10 ribu peserta, dan insyaallah akan kami penuhi,” katanya.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan menjadi sarana penting dalam menunjang pendidikan anak di luar ruang kelas. Melalui Pramuka, siswa dapat mengembangkan kreativitas, kemandirian, serta memperluas ruang gerak dalam proses belajar.
“Harapannya, hak anak untuk mendapatkan pendidikan tidak hanya di dalam kelas bisa lebih optimal. Pramuka menjadi wadah untuk itu,” imbuhnya.
Sebagai langkah konkret, Kwarda Pramuka Surabaya dan Kemenag Kota Surabaya juga berencana menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna mempermudah koordinasi dan administrasi dalam pelaksanaan program ke depan.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan berbagai inovasi dalam kegiatan kepramukaan dapat terus berkembang, sekaligus memperkuat peran Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter di Kota Surabaya.
Editor : Trisna Eka Aditya