Lingkaran.net - Massa driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (Dobrak) Jawa Timur akhirnya mendapat ruang dialog di Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Selasa (28/4/2026).
Sebanyak 10 perwakilan massa dipersilakan masuk untuk melakukan mediasi bersama anggota DPRD Jatim. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung sekitar satu jam guna mencari titik temu atas berbagai tuntutan yang disuarakan driver.
Baca juga: Prabowo Janjikan Pendidikan Gratis, DPRD Jatim: Jangan Berhenti di Atas Panggung!
Sebelumnya, aksi di depan gedung dewan diwarnai orasi lantang dari Ketua DPC Himpunan Pengusaha Daring Indonesia (HIPDA) Sidoarjo, Arif Widiyanto.
Ia menegaskan aksi tersebut legal dan menjadi bentuk perjuangan para driver untuk mendapatkan keadilan.
“Aksi ini berizin, tidak ilegal. Kami juga rakyat Jawa Timur yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan,” tegasnya di hadapan massa.
Aksi ini diikuti driver dari berbagai daerah, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang, Pasuruan, dan Madiun. Mereka kompak menyoroti persoalan tarif yang dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang terus meningkat.
Baca juga: Prabowo Mau Pendidikan SD hingga Universitas Negeri Gratis, DPRD Jatim Minta Pusat Ambil Alih
“Berapa kali kami aksi, BBM naik terus. Tapi tarif? Hancur,” seru salah satu orator, disambut sorakan massa.
Tak hanya itu, para driver juga mempertanyakan komitmen pemerintah dan aplikator terkait kesepakatan sebelumnya yang disebut belum dijalankan. Mereka mengaku telah menyerahkan bukti dugaan pelanggaran aplikator kepada pihak terkait di Pemprov Jatim.
Baca juga: Kasus Hibah Pokmas Jatim Naik Meja Hijau, 4 Tersangka Suap Anwar Sadad Segera Disidang
“Siang ini kami menagih, kenapa kesepakatan itu belum juga dijalankan sampai sekarang?” tegasnya.
Mediasi di dalam gedung DPRD Jatim kini menjadi harapan baru bagi para driver ojol untuk mendapatkan kepastian atas nasib dan kesejahteraan mereka.
Editor : Setiadi