Lingkaran.net - Komunitas Adventure Kakelar Surga (AMS) kembali menemukan puluhan anak yang diduga menderita kelainan jantung bawaan (KJB) di Kabupaten Lumajang.
Dari total 264 pasien yang sudah terdata, sebanyak 41 anak merupakan kasus baru yang kini tengah menjalani proses validasi dan pemeriksaan lanjutan bersama tim medis.
Baca juga: Pemkab Lumajang Gandeng Unair Hadirkan Dokter Jantung Anak
Ketua AMS, Niken Suyanti mengungkapkan, puluhan pasien baru tersebut diperoleh dari rekomendasi dokter anak di sejumlah fasilitas kesehatan di Lumajang. Setelah menerima laporan, tim AMS langsung bergerak melakukan pendataan dan pendampingan.
“Total pasien AMS saat ini ada 264 anak. Untuk yang baru ada 41 pasien. Kami mendapat rekomendasi dari dokter anak, lalu kami hubungi dan lakukan validasi,” ujar Niken, Senin (25/5/2026).
Selama ini, kata Niken, anak-anak yang terindikasi mengalami kelainan jantung harus dirujuk ke Rumah Sakit Siti Khodijah di Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dalam sepekan, AMS bahkan bisa mengantar pasien hingga empat kali keberangkatan.
Baca juga: Bupati Lumajang Ajak ASN Perkuat Integritas dan Pelayanan Publik
Namun kini, layanan jemput bola dari RS Siti Khodijah mulai dilakukan langsung ke Lumajang. Langkah tersebut dinilai sangat membantu proses deteksi dini sekaligus meringankan beban keluarga pasien.
“Sekarang RS Siti Khodijah jemput bola ke Lumajang. Kami sangat bersyukur karena anak-anak bisa diketahui lebih cepat, lebih hemat waktu, tenaga, dan biaya,” katanya.
Meski demikian, Niken menyebut angka 41 pasien baru itu belum menggambarkan seluruh kasus yang ada di Lumajang. Sebab, masih ada sejumlah keluarga yang menolak anaknya menjalani pemeriksaan maupun pengobatan lebih lanjut.
Baca juga: BPBD Jatim Kolaborasi dengan Pak Ribut Guru Viral, Edukasi Bencana Sejak Dini di Lumajang
“Masih ada keluarga pasien yang belum mau menjalani pemeriksaan atau pengobatan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
AMS sendiri selama ini aktif mendampingi pasien anak penderita KJB, mulai dari proses pemeriksaan, rujukan rumah sakit, hingga pencarian bantuan operasi jantung bagi keluarga kurang mampu.
Editor : Setiadi