x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

19 Daerah di Jatim Siaga Kekeringan, Blitar Naik Status Tanggap Darurat

Avatar Redaksi

Umum

Surabaya, Lingkaran.net Puncak musim kemarau yang melanda Jawa Timur mulai berdampak signifikan. Sebanyak 19 daerah telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Siaga Kekeringan.

Langkah ini diambil setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim melakukan analisis mendalam dan menemukan tanda-tanda kekeringan yang mengkhawatirkan.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kondisi nyata di lapangan.

"SK dikeluarkan setelah pemerintah setempat menemukan adanya tanda-tanda kekeringan," ujarnya, Jumat (12/7/2024).

Kekeringan Ekstrem: Ancaman Nyata

Pemerintah daerah dan BPBD setempat diminta untuk rutin melaporkan kondisi ketersediaan air di wilayah mereka.

Upaya ini penting untuk memastikan penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Droping air bersih diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Data tahun 2023 menunjukkan bahwa kekeringan ekstrem telah melanda 863 desa di 196 kecamatan, tersebar di 27 dari 38 kabupaten/kota di Jatim.

Kemarau panjang yang terjadi dari Mei hingga Oktober tahun lalu membuat warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga bantuan pemerintah menjadi sangat vital.

"Tanahnya kering. Ini yang menyebabkan sumber-sumber air mampet," kata Gatot, menggambarkan situasi di lapangan.

Blitar Naik Status Tanggap Darurat

Selain 19 daerah yang menetapkan status Siaga Kekeringan, satu daerah di Jatim telah menaikkan statusnya menjadi Tanggap Darurat, yaitu Blitar.

"Yang sudah tanggap darurat baru satu daerah," ungkap Gatot. Langkah ini menunjukkan bahwa dampak kekeringan di Blitar lebih parah dibandingkan daerah lainnya.

Langkah Antisipatif dan Harapan Kedepan

BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Dengan prediksi bahwa jumlah daerah yang menerbitkan SK Siaga Kekeringan akan bertambah, antisipasi dini dan kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci dalam menghadapi krisis ini.

Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan perlunya inovasi dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah serta BPBD setempat untuk memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi selama musim kemarau ini. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Rabu, 10 Jun 2026 15:54 WIB | Politik & Pemerintahan

'Saya Gak Duwe Dapur!' Musyafak Rouf Bantah Keras Keterlibatan dalam Kasus MBG

Lingkaran.net - Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, membantah tegas kabar yang mengaitkan dirinya dengan dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis ...
Rabu, 10 Jun 2026 15:11 WIB | Hype

Demokrat Bantah AHY Terseret Kasus MBG

Lingkaran.net - Partai Demokrat angkat bicara terkait beredarnya unggahan di media sosial yang mengaitkan nama Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ...
Rabu, 10 Jun 2026 14:50 WIB | Jeda Ngopi

Johan Silas Berpulang, Pemikiran Sang Maestro Tata Kota Tetap Hidup di Surabaya

Lingkaran.net - Kota Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya. Prof. Ir. Johan Silas, pakar tata kota legendaris dari Institut Teknologi Sepuluh ...