Demokrat Jatim: Caleg Dadakan Bisa Bikin Partai Kedodoran

Reporter : Alkalifi Abiyu
Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Mugianto (kanan) saat menyambut kedatangan Emil Elestianto Dardak.

Lingkaran.net - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.  

Kegiatan buka puasa bersama yang digelar di kantor DPD Demokrat Jatim, Surabaya, Kamis (12/3), juga diisi dengan santunan kepada 60 anak yatim. 

Baca juga: Emil Dardak Puji Militansi PKS, Ungkap Fakta Soal Pilgub

Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antar kader serta memperkuat kebersamaan dalam menjalankan aktivitas politik. 

“Ini buka puasa bersama pengurus DPD Demokrat Jawa Timur. Nanti juga akan dilanjutkan bersama pengurus DPC setelah Lebaran,” ujarnya. 

Sementara itu, Plt Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Mugianto, mengingatkan pentingnya penataan organisasi dan kaderisasi sejak dini. Ia menegaskan proses penjaringan calon legislatif tidak boleh dilakukan secara mendadak. 

Baca juga: Emil Dardak Bocorkan Jadwal Musda Demokrat Jatim

“Calegnya jangan mendadak. Kalau calegnya ngawur pasti kedodoran. Karena itu kami menargetkan pada 2027 seluruh jajaran pengurus dan program partai sudah harus tuntas,” tegasnya. 

Menurutnya, penyelesaian struktur organisasi hingga tingkat bawah menjadi kunci agar mesin partai semakin solid menghadapi agenda politik ke depan. 

Baca juga: Demokrat Jatim Rapatkan Barisan Lewat Halalbihalal

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim, Agung Mulyono, menambahkan kegiatan tersebut juga merupakan agenda rutin fraksi yang dikemas dalam bentuk buka puasa bersama dan kegiatan sosial di bulan Ramadan. 

Selain santunan anak yatim, Demokrat Jatim juga akan menggelar pembagian takjil kepada masyarakat pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Ia juga mengingatkan kader Demokrat agar tetap aktif turun ke masyarakat meski belum memasuki momentum pemilu.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru