Lingkaran.net - Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Muhammad Ashari, menyerukan kepada seluruh anggota Fraksi PKB untuk menyalurkan gajinya guna membantu meringankan beban masyarakat.
Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi yang berpotensi terdampak konflik di Timur Tengah yang tengah berlangsung.
Baca juga: DPRD Jatim: Perizinan Lambat Bisa Gagalkan Target Investasi Rp147,7 Triliun
Menurutnya, situasi global saat ini berisiko memicu tekanan ekonomi, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ashari menegaskan bahwa anggota Fraksi PKB harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya.
“Ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian kami. Di tengah ancaman krisis, sudah sepatutnya kita berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Ia menambahkan, kepedulian kader PKB kepada rakyat merupakan bagian dari arahan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Salah satu wujud nyata dari arahan tersebut adalah gelaran pasar murah yang dilaksanakan oleh PKB Jawa Timur di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Baca juga: Elit Diuji di Tengah Krisis, Wacana Potong Gaji Pejabat Dinilai Jadi Penentu Kepercayaan Publik
Menurutnya, program pasar murah itu menjadi langkah konkret dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama di tengah tekanan ekonomi global.
Selain itu, politisi asal daerah pemilihan (Dapil) Nganjuk–Madiun ini juga juga mendorong agar penyaluran bantuan dari para anggota fraksi dilakukan secara tepat sasaran, terutama kepada kelompok masyarakat rentan seperti pekerja sektor informal, buruh, serta masyarakat berpenghasilan rendah.
“Langkah ini harus dilakukan secara terarah dan akuntabel, sehingga benar-benar bisa meringankan beban rakyat,” tambahnya.
Baca juga: Giliran PAN Ikuti Arahan Prabowo Soal Wacana Potong Gaji
Ashari berharap seruan tersebut dapat direspons positif oleh seluruh pejabat baik di legislatif maupun di eksekutif, sebagai bentuk kebersamaan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat, apalagi di momen lebaran ini masih banyak mayrakat yang kerepotan.
“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi tentang kepedulian dan keberpihakan kita kepada rakyat. Momentum lebaran saat yang tepat dalam penyaluran plus mendengar aspirasi masyarakat di bawah," pungkasnya.
Editor : Setiadi