Lingkaran.net - Sektor pariwisata Jawa Timur menunjukkan geliat positif selama libur Lebaran 2026. Hingga 26 Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai sekitar 4,3 juta orang, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Evy Afianasari, menyebut capaian tersebut masih bersifat sementara. Pasalnya, belum seluruh destinasi wisata melaporkan data kunjungan secara lengkap.
Baca juga: Pantai Papuma dan Watu Ulo Jember Diserbu Wisatawan Saat Libur Lebaran, Ini Strateginya
“Sekarang masih 4,3 juta, jadi naik sekitar 6 persen dari tahun lalu pada periode yang sama. Ini juga belum angka absolut karena masih ada destinasi yang belum melaporkan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Tak hanya jumlah kunjungan, mobilitas wisatawan selama periode Lebaran juga diperkirakan melonjak signifikan. Disbudpar Jatim memproyeksikan total pergerakan wisatawan bisa mencapai sekitar 17 juta perjalanan.
“Itu sudah terhitung melalui sistem, tapi masih berupa proyeksi selama periode Lebaran,” jelas Evy.
Baca juga: Gus Fawait Siagakan Fasilitas Kesehatan Jember Selama Lebaran, Ini Tujuannya
Peningkatan ini, lanjutnya, turut didukung kondisi cuaca yang relatif terkendali. Upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dinilai membantu menjaga stabilitas cuaca di sejumlah destinasi, sehingga tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi.
Sejumlah objek wisata unggulan di Jawa Timur masih menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik. Di antaranya Kebun Binatang Surabaya, kawasan Telaga Sarangan, serta Jatim Park.
Sementara itu, untuk wisatawan mancanegara, kawasan Gunung Bromo masih menjadi destinasi favorit. Meski kerap diguyur hujan, kondisi tersebut justru dinilai memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan asing.
Baca juga: Longsor Terjang Jalur Penanjakan Gunung Bromo, 7 Motor Tertimbun
“Kalau mancanegara masih ke Bromo. Meski hujan, itu justru menjadi bagian dari experience wisata,” pungkasnya.
Dengan tren positif ini, sektor pariwisata Jawa Timur diharapkan terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, khususnya selama momentum libur panjang seperti Lebaran.
Editor : Setiadi